BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi
Dream – Perusahaan raksasa furniture asal Swedia, IKEA, diharuskan membayar kompensasi sebesar US$50 juta, sekitar Rp673 miliar karena dianggap lalai dalam kasus tewasnya tiga anak kecil di Amerika Serikat. Mereka tewas akibat tertimpa meja rias.
Perusahaan ini sepakat untuk membagi kompensasi itu secara merata kepada masing-masing keluarga tiga anak kecil malang itu.
Dilansir dari mprnews.org, Selasa 27 Desember 2016, IKEA sepakat untuk memberikan donasi sebesar US$150 ribu (Rp2 miliar) ke rumah sakit anak-anak dan US$100 ribu (Rp1,3 miliar) ke organisasi nirlaba yang fokus pada keselamatan anak-anak.
Perusahaan juga diwajibkan untuk memenuhi standar keselamatan atas produk meja rias, dan membelanjakan lebih banyak dana untuk program Secure It yang fokus pada menggalakkan kesadaran tentang risiko meja terbalik.
Kesepakatan tersebut dibuat setelah kematian tiga bocah, Camden Ellis dari Washington; Curren Collas dari Pennsylvania; dan Ted McGee dari Apple Valley, Minnesota, akibat tertimpa meja rias pada tahun 2013 lalu.
Ted tewas di tahun yang sama, sementara Camden dan Curren pada tahun 2014. Tewasnya Camden dan Curren mendorong IKEA untuk meluncurkan program Secure It dan menyediakan wall mounting kit untuk produknya secara gratis.
Ketiga bocah itu tewas saat mereka baru menginjak usia dua tahun. Kematian mereka berujung pada gugatan para orang tua terhadap IKEA.
Mereka menuduh IKEA telah secara konsisten menolak untuk memenuhi standar keamanan nasional dan menolak untuk merancang ulang produk furnitur agar lebih stabil dan tidak mudah terbalik.
Akibat peristiwa itu, IKEA mengumumkan pihaknya menarik lebih dari 29 juta lemari dan meja rias dari produk 'Malm' miliknya di Amerika Utara beberapa bulan setelahnya.
Ibu dari Curren, Jackie Collas, mengatakan kepada Philadelphia Inquirer dia lega kasus ini berakhir, tapi penyelesaian tersebut tidak membawa perubahan.
" Hidupku akan selalu terpotong setengah," kata Jackie. " Bahkan jika aku hidup sampai 100 tahun, itu akan berbeda antara sebelum Curren meninggal dan setelahnya." (Sah)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
