Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Merek dagang swalayan terbesar dunia, IKEA, kini tidak lagi berada di tangan Ingvar Kamprad, orang kaya dunia asal Swiss. Merek tersebut kini resmi menjadi milik PT Ratania Khatulistiwa.
Kisah perpindahan lisensi ini bermula ketika PT Ratania Khatulistiwa menggugat pemilik merek dagang IKEA, INTER IKEA SYSTEM BV ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Dasarnya, perusahaan asal Surabaya itu mengklaim telah mendaftarkan merek dagang tersebut ke Direktorat Merek Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) dengan nomor registrasi IDM000277901 pada 27 Oktober 2010 lalu.
Pendaftaran tersebut menjadi dasar hukum kepemilikan lisensi IKEA di Indonesia atas nama PT Ratania Khatulistiwa. Lantaran perusahaan milik Ingvar Kamprad kemudian membuka swalayan furnitur di Indonesia, maka PT Ratania mengajukan gugatan sengketa merek dagang.
PN Jakarta Pusat sendiri telah memutuskan mengabulkan gugatan tersebut. Sehingga, merek dagang IKEA tidak lagi menjadi milik Ingvar Kamprad.
Tidak terima dengan putusan tersebut INTER IKEA SYSTEM BV lantas melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung. Kasasi itu didaftarkan pada tanggal 1 April 2015 di PN Jakarta Pusat kemudian didistribusikan ke MA pada 10 April 2014.
Tetapi, bukan dikabulkan, MA justru menguatkan putusan yang telah dijatuhkan PN Jakarta Pusat dengan menolak kasasi tersebut. Putusan kasasi tersebut dijatuhkan pada 12 Mei 2015 oleh Majelis Hakim yang terdiri dari Syamsul Maarif, I Gusti Agung Sumanatha, dan Abdurrahman.
Ingvar Kamprad mulai membangun bisnisnya di tahun 1948. Dia memilih nama IKEA untuk perusahaannya bukan tanpa maksud.
Nama IKEA merupakan akronim dari empat kata yaitu Ingvar, Kamprad, Elmatyrad dan Agunnaryd. Ingvar merupakan nama aslinya, Kamprad adalah nama keluarga, Elmatyrad merupakan padang rumput yang menjadi tempat tinggalnya ketika kecil, dan Agunnaryd yaitu nama gereja tempat dia beribadah.
Bisnis Ingvar kini semakin mendunia. Dia berhasil merambah beberapa negara seperti Mesir, Indonesia, Tiongkok, Jepang, hingga total tokonya ada di 73 negara. Kisah kesuksesan Ingvar dituangkan dalam buku biografi berjudul 'The IKEA: Story Ingvar Kamprad'.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya