Didiskriminasi, 100 Keluarga Komunitas Dalit Peluk Islam

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 10 Agustus 2015 14:15
Didiskriminasi, 100 Keluarga Komunitas Dalit Peluk Islam
Komunitas Dalit kerap mendapat diskriminasi dari kasta di atasnya. Mereka juga mendapat perlakuan yang tidak manusiawi hanya karena mereka adalah paria.

Dream - Sebanyak 100 keluarga Dalit di Desa Baghana, Distrik Hisar, India memeluk Islam. Penyebabnya, mereka kerap diabaikan dan mendapat perlakuan semena-mena.

Dalit merupakan bentuk strata terendah dalam sistem sosial masyarakat India, yang lazim disebut Paria. Dalit merupakan kasta terbentuk akibat pernikahan lintas kasta dalam keyakinan masyarakat India.

" Kami tidak merasa menjadi bagian dari masyarakat penganut Hinduisme. Kasta atas (Jat) selalu memperlakukan kami tidak manusiawi," ujar Presiden Baghana Kand Samiti, Virendrar Bagoriya, dikutip Dream dari hindustantimes.com, Senin, 10 Agustus 2015.

Bagoriya mengatakan dia dan beberapa keluarga Dalit mengucapkan kalimat Syahadat melalui bimbingan Maulvi Abdul Hanif. Maulvi merupakan Imam Masjid Qutab Minat yang terletak di Jantab Manar, New Delhi.

" Kami mengucapkan kalimat syahadat dan belajar salat," ujar Bagoriya.

Komunitas Dalit di Baghana telah lama mendapat perlakuan diskriminatif. Pemerintah setempat telah berjanji mengakhiri penderitaan mereka melalui peraturan anti diskriminasi yang saat ini masih dalam tahap pembahasan.

Dalam tiga setengah tahun terakhir, komunitas Dalit Baghana terus memperjuangkan hak mereka untuk bisa setara dengan warga kasta lain. Selama ini, sejumlah kasus kekerasan kerap mereka alami tapi tidak ada tindakan apapun dari aparat keamanan setempat.

" Selama bertahun-tahun kami selalu dilecehkan di desa kami. Mereka merampas kebebasan kami di tanah kami sendiri. Alih-alih menindak para pelaku, orangtua kami justru dijerat dengan tuduhan pencurian palsu," kata Pemimpin Dalit Rampal Jhanda.

Rampal mengatakan komunitasnya pun sempat berputus asa. Ini lantaran Kongres di bawah pimpinan Bhupinder Singh Hooda tidak berpihak pada mereka.

" Tapi dengan perubahan Kongres, kami sempat berharap di bawah kepemimpinan Manohar Lal Khattar, keadilan akan berpihak pada kami. Tapi Khattar sama saja dengan pendahulunya," ungkap dia.

Beri Komentar