Pesepak Bola Muslim, Paul Pogba Tetap Puasa Saat MU Cukur AS Roma 6-2

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 18 April 2022 20:52
Pesepak Bola Muslim, Paul Pogba Tetap Puasa Saat MU Cukur AS Roma 6-2
Ia ternyata tidak memeluk Islam sejak lahir.

Dream.co.id – Kamis, 30 April 2021. Malam itu babak pertama semifinal leg pertama Liga Eropa antara Manchester United (MU) melawan AS Roma di Stadion Old Trafford baru saja usai. Saat babak pertama berakhir, tim tuan rumah MU tertinggal oleh AS Roma 1-2.

Namun, saat babak kedua dimulai, MU tak terbendung. Di babak kedua, MU mengamuk dan berhasil mencetak lima gol melalui Edinson Cavani (48', 64'), Bruno Fernandes (penalti 71'), Paul Pogba (75'), dan Mason Greenwood (86'). Setan Merah MU menutup laga dengan kemenangan 6-2.

Untuk gol kelima MU, Paul Pogba mencetak melalui sundulan kepala saat menerima umpan lambung yang dikirim dari sayap kanan MU, Bruno Fernandes.

Memanfaatkan postur tubuh tingginya yang mencapai 1,91 meter, pemain bernomor punggung 6 ini berhasil memenangkan duel udara saat berada dalam kotak penalti. Lalu, menyundul bola ke arah kiri atas gawang. Kiper AS Roma tak dapat membendung derasnya laju bola. Gol!

Yang menarik, saat mencetak gol kelima buat MU, Paul Pogba masih berpuasa. Karena hari pertandingan itu tepat dengan bulan Ramadhan. Sebagai seorang muslim, Pogba tetap menjalani puasa walau di tengah musim kompetisi yang padat.

Itu adalah penampilan yang luar biasa bagi Pogba. Yang membuat penampilannya lebih istimewa adalah fakta bahwa dia memang berpuasa Ramadhan sepanjang pertandingan.

Umat Muslim yang taat di seluruh dunia selama Ramadhan memang tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman pada siang hari di bulan suci, Tahun itu Ramadhan berlangsung dari 12 April hingga 12 Mei 2021.

Meski separuh pertandingan dimainkan pada malam hari, presenter BT Sport Reshmin Chowdhury mengungkapkan bahwa Pogba masih belum berbuka penuh hingga waktu pertandingan selesai. “ Paul Pogba berpuasa Ramadhan tadi malam,” tulis Chowdhury di Twitter.

“ Setelah pertandingan berakhir, baru Pogba cepat-cepat makan, lalu muncul kembali untuk wawancara media, sambil menyeruput minuman energi. Ia tampil dengan senyum lebar. Saya bertanya bagaimana dia bisa mengatur puasa sekaligus bermain bola. Dia melihat ke atas, menunjuk ke atas  dan berkata 'Allah membantu kita!’,” kata Chowdhury.

***

Paul Pogba memiliki nama lengkap Paul Labile Pogba. Ia lahir 15 Maret 1993 di Perancis. Usianya kini 29 tahun.

Ia adalah pemain sepak bola profesional Prancis yang bermain untuk klub Liga Inggris Manchester United dan tim nasional (timnas) Prancis.

Di lapangan, dia beroperasi terutama sebagai gelandang tengah, tetapi juga dapat digunakan sebagai pemain sayap kiri, gelandang serang, gelandang bertahan dan playmaker.

Walau gelandang tengah, dia kerap mecetak gol dari luar kotak penalti dengan tendangan keras kaki kanan dan kiri. Juga sundulan maut bila berada di dalam kotak penalti.

Lahir di Lagny-sur-Marne, Pogba bergabung dengan tim yunior klub Ligue 1 Le Havre pada 2007. Dua tahun kemudian dia ditransfer ke Manchester United.

Saat memulai karirnya dengan Manchester United setelah dua tahun bergabung, penampilannya tetap minim. Ia lebih banyak duduk di bangku cadangan. Ini membuat Pogba hengkang dan bergabung dengan klub Italia, Juventus, dengan status bebas transfer pada tahun 2012.

Di Juventus, dia membantu klubnya meraih empat gelar Serie A berturut-turut. Tak hanya itu dia dan klubnya juga meraih dua piala Coppa Italia dan dua gelar Gelar Supercoppa Italiana.

Selama berada di Italia, Pogba semakin memantapkan dirinya sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di dunia dan menerima penghargaan Golden Boy pada tahun 2013, diikuti dengan Penghargaan Bravo pada tahun 2014.

Pada tahun 2016, Pogba dimasukkan ke dalam Tim UEFA Tahun 2015, serta FIFA FIFPro World XI 2015, setelah membantu Juventus ke Final Liga Champions UEFA 2015, final pertama klub itu dalam 12 tahun terakhir.

Penampilan bersinar Pogba di Juventus membuatnya kembali direkrut  Manchester United pada tahun 2016. Transfer saat itu memecahkan rekor dunia sebesar € 105 juta atau Rp 1,6 triliun! Jumlah transfer tertinggi yang dibayarkan oleh klub Inggris pada saat itu.

Di musim pertamanya kembali ke MU, ia memenangkan Piala Liga dan Liga Eropa. Pada musim 2018–2019, ia dinobatkan sebagai PFA Team of the Year.

Bermain di level internasional, Pogba menjadi kapten timnas Prancis untuk kemenangan di Piala Dunia U-20 FIFA 2013 dan membawa pulang penghargaan Pemain Terbaik untuk penampilannya selama turnamen.

Di timnas senior Perancis, dia melakukan debut untuk tim senior setahun kemudian dan tampil menonjol di Piala Dunia FIFA 2014, ketika dia dianugerahi Penghargaan Pemain Muda Terbaik untuk penampilannya.

Dia kemudian mewakili negara Perancis di UEFA Euro 2016. Sayangnya  Prancis saat itu hanya menjadi runner-up.

Pogba kemudian memenangkan Piala Dunia FIFA 2018 untuk Prancis. Saat itu dia juga mencetak gol di final. Ia mencetak gol ketiga Prancis saat Prancis menghancurkan Kroasia di final 4-2.

Yang menarik, saat di babak penyisihan Piala Dunia 2018 yang jatuh pada saat Ramadhan, Pogba juga tetap berpuasa.

***

Paul Pogba masuk Islam saat berusia 20 tahun. Namun baru di tahun 2019, dia mulai  menjadi seorang muslim yang taat.

Salah satu bukti ketaatannya itu terjadi ketika gelaran Piala Eropa 2020 lalu. Paul Pogba tampak menggeser botol bir saat konferensi pers usai Prancis menghajar Jerman 1-0 di penyisihan grup. Pogba menggeser botol bir Heineken di hadapannya, karena merasa tak nyaman ada minuman keras di situ.

Paul Pogba saat menyingkirikan botol Heineken

(Paul Pogba saat menyingkirikan botol Heineken/CNN)

Pogba tumbuh dengan seorang ibu Muslim dan mengatakan banyak temannya adalah Muslim. Tetapi dia sendiri baru mulai mempraktikkan serius agama tersebut tahun 2019.

Berbicara kepada Manchester Evening News tentang keyakinan barunya, dia berkata: “ Ini segalanya. Itu yang membuat saya bersyukur atas segalanya.”

Saat menyingkirkan bir Heineken, itu dia lakukan karena menurut dia konsumsi alkohol dilarang atau haram di kalangan umat Islam.

Orang-orang Muslim menghindari minum alkohol karena firman Allah yang diturunkan dalam Al-Qur'an menentangnya. Al-Qur'an mengatakan bahwa potensi dosa dari alkohol 'jauh lebih besar' daripada manfaatnya.

“ Itu membuat saya berubah, menyadari banyak hal dalam hidup. Saya kira, mungkin, itu membuat saya lebih damai di dalam diri saya.” ujar Pogba

“ Saya mempertanyakan diri saya sendiri dalam banyak hal, kemudian saya mulai melakukan introspeksi pada diri saya sendiri. Saya berdoa  dengan teman-teman saya dan saya merasakan sesuatu yang berbeda. Saya merasa sangat baik” kata Pogba tentang Islam.

Paul Pogba berdoa di lapangan

(Paul Pogba berdoa di lapangan/SportsBeezer)

Paul Pogba mengenal Islam dan menjadi Muslim berkat peran ibunya, Yeo Moriba. Meski ibunya muslim, Pogba tak memeluk islam dari lahir. Ia baru tahu tentang Islam berkat sang ibu saat beranjak dewasa.

Saat itu, ibunya mendidik Pogba dan dua saudaranya yakni Florentin Pogba dan Mathias Pogba. Dalam sebuah kesempatan, Pogba mengakui sang ibu adalah inspirasinya.

Keputusannya menjadi seorang mualaf pun tidak diambilnya secara sembarangan. Selain sering ikut berdoa, Paul Pogba juga sering berdiskusi tentang Islam bersama teman-temannya.

Setelah menjadi seorang muslim, Paul Pogba mengakui bahwa dirinya berubah lebih baik dan memiliki hati yang lebih damai dari sebelumnya. Ia juga menghargai setiap orang tanpa memandang ras, agama dan warna kulit.

" Sejak saat itu saya tak pernah berhenti. Saya salat lima kali sehari, itu salah satu rukun Islam. Mengapa saya melakukannya? Untuk meminta pengampunan dan bersyukur atas segala yang saya miliki," jelas Pogba

Pemain kelahiran Prancis itu, merasa dirinya terus memiliki banyak perubahan dan memiliki pemikiran yang terbuka sejak mualaf. Ia serius dalam menjalankan ibadahnya sebagai seorang muslim.

Setelah menjadi seorang muslim, Paul Pogba juga membangun suasana Islami dalam kehidupan rumah tangganya bersama istrinya,  Maria Zulay Salaues. Ia menikahi istrinya yang merupakan mantan model Bolivia itu sejak tahun 2019. Dari pernikahan itu, mereka memiliki dua anak.

***

Saat ditanya, rahasianya dia bisa berpuasa sementara tetap aktif bermain sepakbola dalam kompetisi tingkat tinggi, Pogba menjawab santai.

“ Saya bisa bilang sekarang saya sudah mulai terbiasa,” kata Pogba kepada ManUtd.com.

“ Saya sudah melakukannya selama bertahun-tahun. Saya juga memiliki ahli gizi profesional di sini, yang membantu kebutuhan makan saat berpuasa dan juga ketika berlatih. Dia memberi saya beberapa protein. Jadi, saya tidak kehilangan terlalu banyak otot dan itu tidak apa-apa,” jelasnya.

" Saya beruntung. Iklim di sini tidak terlalu panas, jadi saya bisa mengatasinya. Ini tidak terlalu sulit. Tidak apa-apa dan menjalani puasa untuk tujuan yang baik itu bagus,” tuturnya.

Berbicara tentang menjadi seorang Muslim pada tahun 2019, Pogba mengatakan kepada The Times: " Ini segalanya. Inilah yang membuat saya bersyukur atas segalanya.

“ Itu perubahan yang baik dalam hidup saya karena saya tidak dilahirkan sebagai seorang Muslim, bahkan meski ibu saya adalah Muslim. Saya tumbuh seperti itu, sehingga jadi menghormati semua orang,” ujarnya.

Paul Pogba saat menjalankan umrah

(Paul Pogba saat menjalankan umrah/Arab News)

" Anda bisa mengetahuinya. Siapa pun dapat menemukan bahwa dia merasa terhubung dengan Islam. Itu datang karena saya memiliki banyak teman yang Muslim. Kami selalu berbicara,” tuturnya.

“ Sejak hari itu saya hanya melanjutkan. Anda harus salat lima waktu, itu salah satu rukun Islam. Itu adalah sesuatu yang Anda lakukan.”

" Artinya mengapa Anda melakukannya. Anda meminta pengampunan dan bersyukur atas semua yang Anda miliki, seperti kesehatan saya dan segalanya,” pungkasnya.

***

Paul Pogba tumbuh di area kumuh Paris yang dia gambarkan sebagai daerah hitam. Dengan narkoba yang merajalela di daerah itu, sepak bola adalah satu-satunya pelarian Pogba.

Tanpa dukungan ibunya, Yeo, sepak bola mungkin tidak akan pernah memberinya ketenaran dan kekayaan yang dia nikmati hari ini. Menurut majalah Forbes, Pogba memiliki kekayaan sebanyak U$ 35,5 juta atau Rp 509 miliar. Ia merupakan atlet terkaya ke-43 di dunia.

Yeo dan Pogba memiliki hubungan yang kuat. Pogba bahkan memberi ibunya Yeo medali Piala Dunia yang dia dapatkan. Yeo lah yang memperkenalkan Pogba ke Islam.

Pogba dibesarkan sendirian oleh ibunya sejak usia 2 tahun. Dia dan dua kakak laki-lakinya tidur bersama di ranjang yang sama, seringkali dengan dua sepupu.

Pogba menolak untuk mengatakan dia miskin, karena menurut standar Afrika mereka kaya. Tapi ibunya harus bekerja keras untuk menghidupi kelima anak itu seorang diri.

Hubungan Pogba dengan ibunya membentuknya menjadi pesepakbola seperti sekarang ini: seseorang yang tidak takut bekerja keras untuk mencapai apa yang diinginkannya.

Dia adalah roda penggerak utama di lini tengah timnas Prancis yang membawa Les Bleus meraih kemenangan di Piala Dunia tahun 2018.

Agama Islam yang dipeluknya juga membuatnya membumi. Dan tak menghalanginya mencetak gol walau tengah berpuasa. Sungguh sebuah laku yang tak mudah. (eha)


Beri Komentar