Rahasia di Balik Maskapai yang Pramugarinya Berpakaian Syur

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 27 Mei 2016 08:15
Rahasia di Balik Maskapai yang Pramugarinya Berpakaian Syur
Kurang dari lima tahun setelah membuka bisnis, volume penumpang VietJet telah melampaui Vietnam Airlines, maskapai nasional negara itu.

Dream - Seperti orang Asia pada umumnya, Nguyen Thi Phuong Thao adalah wanita Vietnam yang cenderung mengembangkan senyum setiap kali berbicara.

Tapi jangan salah, meski terlihat begitu, Thao adalah wanita besi yang memiliki perusahaan penerbangan murah swasta terbesar di negaranya.

Sebagai pendiri dan CEO VietJet, dia telah mengembangkan satu-satunya operator penerbangan murah yang pertumbuhannya begitu cepat. Kurang dari lima tahun setelah membuka bisnis, volume penumpang VietJet telah melampaui Vietnam Airlines, maskapai nasional negara itu.

Thao kemudian menjelaskan bahwa dia adalah orang yang suka melakukan riset terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.

" Ketika anak pertama saya berumur beberapa bulan, saya mulai melakukan riset tentang peluang penerbangan murah," kata wanita berusia 45 tahun itu. " Lalu saya menghabiskan 10 tahun berikutnya meneliti penerbangan, bertemu dengan para CEO dari berbagai operator penerbangan murah seperti Jetstar, Air Asia dan Southwest Airlines."

Industri penerbangan adalah bidang yang cukup baru bagi Thao, yang sebelumnya berbisnis real estate di Vietnam.

Thao mengatakan rahasianya untuk sukses adalah riset dan waktu. Pada tahun-tahun sebelum VietJet melakukan penerbangan pertama pada Desember 2011, tidak ada operator penerbangan murah swasta di Vietnam. Sementara kelas menengah tumbuh dan pemerintah membuka keran sektor penerbangan secara luas.

Pada tahun 2012, maskapai baru yang dirintis Thao membuat berita utama di media massa setelah menampilkan pertunjukan pramugari yang cantik, seksi, muda dan memakai pakaian bikini dalam penerbangan pesawat.

Meski penerbangan dengan pramugari berbikini sudah tidak lagi dijalankan, namun bukan berarti itu adalah terakhir kalinya.

" Jika hal-hal yang indah membantu pelanggan kami merasa senang, kita akan selalu mencoba yang terbaik," kata Thao.

Menjawab kritik bahwa pramugari berbikini adalah tontonan yang melecehkan perempuan, Thao mengatakan itu hanya untuk menyenangkan penumpang.

" Di dunia ini, ada banyak kontes kecantikan di mana para kontestan mengenakan bikini dalam kompetisi. Bikini menunjukkan karakteristik yang indah. Pesan kami di VietJet adalah kami melakukan ini untuk menciptakan keindahan dan kebahagiaan."

Fokus VietJet saat ini adalah pasar domestik. Bisnis VietJet meliputi 34 rute domestik dan 16 rute internasional, termasuk penerbangan ke Singapura, Thailand dan Myanmar.

Dan dengan rencana ekspansi yang ambisius, VietJet dilaporkan berencana untuk melakukan penawaran publik perdana atau IPO tahun ini.

Thao tidak mengkonfirmasi berapa banyak dana yang diharapkan dari IPO atau persentase saham perusahaan yang akan dilepas. Akan tetapi dia mengatakan rencananya adalah untuk memperluas rute internasional ke Asia Utara dan Asia Timur Laut, ke tujuan baru 5-6 jam dari Vietnam.

Rute tersebut kemungkinan termasuk ke Tiongkok, Rusia dan Jepang (Tokyo, Nagoya, Fukuoka).

IPO tersebut akan melancarkan rencana VietJet untuk meningkatkan armada di tahun 2016 dari 36 ke 45 unit A320 dan A321. Maskapai ini juga ingin menambahkan dua lagi rute domestik dan 18 rute internasional tambahan.

(Sumber: asiaone.com)

Beri Komentar