Reaksi Suami Mirna Saat Ditanya Soal Jessica dan Hani

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 22 Januari 2016 10:56
Reaksi Suami Mirna Saat Ditanya Soal Jessica dan Hani
Saat ditanya apakah mengenal Jessica dan Mirna, apa kata Suami Mirna, Arief Sumarko?

Dream - Polisi sudah meminta keterangan suami, orangtua dan keluarga Wayan Mirna Salihin. Usai diperiksa, sang suami, Arief Sumarko dan kembaran Mirna, Sendy memilih untuk tidak komentar.

Arif dan Sendy enggan berkomentar soal pemeriksaan polisi. Keduanya kompak menjawab dengan senyuman saat ditanya apakah mengenal dua sahabat Mirna, Jessica dan Mirna.

" Saya tidak mau komentar. Itu biar polisi saja," kata Arief bergegas pergi meninggalkan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis kemarin.

Ayah Mirna, Darmawan Salihin yang juga diminta keterangan mengaku tak memiliki firasat mengenai meninggalnya Mirna. Dia pun enggan menduga-duga siapa pelaku dibalik meninggalnya perempuan lulusan Billy Blue College, Sidney, Australia itu.

" Kalau feeling-feeling nanti salah lagi," kata dia.

Harapan dia sekeluarga kini hanya satu, yaitu polisi dapat menuntaskan kasus ini dengan sebaik-baiknya.

" Intinya kasus ini harus dibongkar karena kalau tidak dibongkar bisa dibayangkan kalau Anda semua kena sianida gimana?" ujar dia.

1 dari 7 halaman

Pengakuan Mengejutkan Ayah Mirna

Pengakuan Mengejutkan Ayah Mirna © Dream

Dream - Ayah Wayan Mirna Salihin, Darmawan Salihin mengaku tak mengenal sosok Jessica Kumala dan Hani. Dua teman yang berada di lokasi kejadian saat Mirna meregang nyawa di kafe Grand Indonesia.

" Saya memang tidak begitu bergaul dengan teman-temannya. Kan dia cewek," kata Darmawan, usai diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya, Kamis, 21 Januari 2016.

Saat ditanyai mengenai Jessica dan Hani, Darmawan tidak begitu mengenal mereka. Dia hanya tahu Jessica saat berada di rumah sakit.

" Saya tahu dia (Jessica) di rumah sakit. Baru lihat di sana. Kalau dengan Hani saya tak begitu kenal," ujar dia.

Lebih lanjut, kedatangan Darmawan ke Polda Metro Jaya untuk melengkapi data kepolisian soal kasus kematian Mirna. Dia mengaku polisi bersikap netral.

" Polisi di sini sangat netral. Saya saya hadir saya karena patuh pada hukum. Apapun yang dibutuhkan polisi akan kami berikan," ucap Darmawan.

Dalam pemeriksaan hari ini, Darmawan didampingi suami Mirna, Arief Sumarko dan saudara kembar Mirna, Sendy Salihin. Mereka keluar dari ruang penyidik setelah pemeriksaan selama 5 jam pemeriksaan. (Ism) 

2 dari 7 halaman

Pengakuan Jessica Soal Percakapan dengan Mirna di Facebook

Pengakuan Jessica Soal Percakapan dengan Mirna di Facebook © Dream

Dream - Jessica Kumala, saksi mata kematian Wayan Mirna Salihin usai minum es kopi di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, angkat bicara soal banyaknya kabar tak sedap yang menyudutkannya dalam kasus itu.

Kali ini, Jessica menyatakan ia tidak pernah menyebarkan informasi apapun ke media sosial Facebook terkait kematian Mirna.

Jessica membantah kabar mengenai gambar percakapan via Whatsapp dia dengan Mirna yang diunggah di Facebook yang mengatasnamakan dirinya.

Gambar itu memperlihatkan ucapan Jessica yang mencari dokter di GI kepada Mirna. " Saya tidak punya facebook dari tahun 2012," ucap Jessica.

Menurut pengacaranya, Yudi Wibowo, peran Jessica di hanya kebetulan semata.

Sebab, dia beralasan, kopi yang diminum Mirna seharusnya menyebabkan kematian pada Hani, rekan Mirna yang lain.

" Menurut saya, Jessica jangan dikambing hitamkan. Hani minum satu gelas yang sama (dengan Mirna). Satu mati yang satu enggak," kata Yudi.

3 dari 7 halaman

Buang Celana Usai Kematian Mirna, Ini Kata Jessica

Buang Celana Usai Kematian Mirna, Ini Kata Jessica © Dream

Dream - Jessica Kumala terus memberikan keterangan seputar kematian Wayan Mirna Salihin, usai menenggak kopi `maut` di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu 6 Januari lalu. 

Jessica yang juga teman kampus Mirna, menegaskan ia bukanlah sosok yang bertanggung jawab atas tewasnya Mirna. 

Polisi sempat mencari-cari sepotong celana yang digunakan Jessica saat peristiwa terjadi. Celana sobek yang sudah dibuang Jessica itu menjadi perhatian.

Usai memberikan keterangan di Direktorat Polda Metro Jaya, Jessica sedikit menanggapi soal celana sobek itu. 

" Soal celana saya tidak bisa berkomentar. Saya tidak bisa komentar kalau polisi tidak tanya," kata Jessica, Rabu malam 20 Januari 2016. (Baca: Jessica Buang Celana Usai Kematian Mirna)

Sebelumnya, menurut pengacara Jessica, Yudi Wibowo, celana Jessica itu dibuang oleh pembantu rumah tangganya. " Kata pembantunya, 'dibuang ya non? Udah sobek nggak bisa dijahit lagi'. Jessica jawab, ya terserah," kata Yudi menjelaskan di Polda Metro Jaya, Kemarin malam.

Dijelaskan Yudi, celana Jessica sobek saat ikut membantu membawa Mirna ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, setelah kejang-kejang usai meminum es kopi di Cafe Olivier.

Celana itulah yang kemudian dicari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Saat penggeledahan di perumahan Sunter Icon, Sunter, Jakarta Utara yang dihuni Jessica, penyidik sempat membawa celana, baju yang terlihat di CCTV, beberapa obat sakit leher, obat tidur, laptop, kartu kredit dan buku tabungan.

Polisi sedang mengerahkan sejumlah tukang sampah di sekitar Sunter Icon untuk mencari celana Jessica yang diduga dibuang pembantu rumah tangganya. 

4 dari 7 halaman

Jessica Sedih

Jessica Sedih © Dream

Dream - Jessica yang terus dihubung-hubungkan dengan tewasnya Mirna membuatnya sedih. Sebab, dalam pemeriksaan polisi selama ini dia kerap kooperatif.

" Saya tidak ada hubungannya dengan tewasnya teman saya. Saya sedih saja. Kami membantu polisi kok," kata dia.

" Semoga polisi dapat menetapkan siapa di balik ini semua. Saya juga ingin yg terbaik saja bagi keluarga Mirna," tutur dia berharap. (Baca: Begini Kedekatan Jessica dengan Mirna

5 dari 7 halaman

Alasan Jessica Tak Cicipi Kopi `Maut` Mirna

Alasan Jessica Tak Cicipi Kopi `Maut` Mirna © Dream

Dream - Jessica Kumala, teman dekat Wayan Mirna, perempuan yang tewas usai minum kopi di Kedai Kopi Olivier, Grand Indonesia, mengungkapkan alasan ia tidak mencicipi kopi yang sama diminum korban.

" Soalnya saya sakit maag di lambung," kata Jessica usai diperiksa di Direktorat Polda Metro Jaya, Rabu malam 20 Januari 2016. 

Jessica mengaku, pelayan kedai kopi itu memberikan peringatan. Peringatan bahwa kopi vietnam yang dipesannya itu memiliki efek kuat.

" Saya diperingatkan masnya (pelayan) yang sediain, kalau kopinya sangat kuat. Jadi tidak saya coba," ujar dia.

Adapun korban yang juga kawan dekatnyalah yang akhirnya meminum kopi maut berisi sianida itu.

Kenapa Mirna tetap menenggak kopi itu? Jessica beralasan, Mirna tetap meminum kopi yang memiliki efek keras itu karena kegemarannya meminum kopi.

" Iya. Kita memang doyan minum kopi," ujar dia.

Perempuan yang menggunakan jaket hitam dan berbaju merah muda itu diperiksa oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya selama tujuh jam. Ini kali kelima, Jessica yang menjadi saksi dalam pemeriksaan kasus ini.

Saat ditanya mengenai kesiapan ia jika ditetapkan tersangka nantinya, Jessica hanya menjawab singkat, " Waduh. Pertanyaan itu tidak fair buat saya." (Ism) 

6 dari 7 halaman

Pengakuan Hani Saat Mencicipi Kopi Mirna

Pengakuan Hani Saat Mencicipi Kopi Mirna © Dream

Dream - Polda Metro Jaya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara atas kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin di Kedai Kopi Olivier, Grand Indonesia (GI) Selasa, 19 Januari 2016 malam.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan terungkap keterangan baru dari salah satu saksi yang juga teman akrab Mirna yaitu Hani.

Menurut keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, terungkap kesan Hani saat mencicipi kopi yang telah dicampur sianida.

Menurut dia, Hani sempat merasakan kebas di lidah saat mencicipi kopi yang tercampur sianida.

" Hani cuma mencicip satu tetes, itu pun tidak dimasukkan ke dalam tubuh. Dia seperti lidahnya seperti kebakar. Ada yang grijil-grijil gitu," kata Krishna, di Polda Metro Jaya, Rabu, 20 Januari 2016.

Selain Hani, satu orang karyawan kedai kopi Olivier yang turut menjadi saksi juga diminta mencicipi kopi berzat mematikan itu. Hasilnya, karyawan Olivier mengalami rasa yang sama dengan Hani.

" Jadi semalam kita dapat keterangan dari dua orang yang mencicipi. Mereka menceritakan dan hasilnya cukup signifikan," ujar dia.

Menurut Krishna, hasil olah TKP itu akan didalami lagi dan ditambah dengan hasil pemeriksaan lainnya. Dari situ, polisi akan menganalisa dan mengembangkan kesimpulannya.

Lebih lanjut, Krishna menambahkan, alat bukti yang didapat sebetulnya sudah cukup kuat untuk melakukan gelar perkara. Tetapi, dia ingin menambah bukti lain untuk memperkuat pro justisia kasus ini.

" Kami akan menunggu hasil BAP (Berkas Acara Pemeriksaan) tes dari puslabfor dan tes psikologi forensik agar bisa segera dilakukan gelar perkara," kata dia.

7 dari 7 halaman

Cara Polisi Menguak Masa Lalu Mirna, Jessica dan Hani

Cara Polisi Menguak Masa Lalu Mirna, Jessica dan Hani © Dream

Dream - Kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin turut diulas oleh salah satu media terkemuka di Australia, news.com.au. Media itu menulis Polda Metro Jaya meminta bantuan Kepolisian Australia atau Australia Federal Police (AFP).

Masih dalam laporan itu, AFP diminta bantuan untuk menyelidiki hubungan pertemanan antara Mirna dengan dua saksi mata kematiannya bernama Jessica dan Hani.

" Kami telah menghubungi AFP untuk memperoleh infomasi tambahan," ujar Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Khrisna Murti dalam pertemuannya dengan AFP, Rabu kemarin.

Keterlibatan AFP sangat diperlukan mengingat ketiganya pernah sama-sama mengenyam pendidikan di Australia yakni, Universitas Billy Blue dan Universitas Swinburne di Melbourne.

Ketiganya lulus sekolah di 2008. Saat semua teman pulang ke Indonesia, Jessica memilih menetap di Australia. Jessica kerja sebagai desainer grafis di Australia.

" Mereka memang bersahabat, karena sama-sama dari Indonesia juga. Tetapi, keduanya tidak tinggal di rumah yang sama. Jessica tinggal sendirian, sedangkan Mirna tinggal bersama orangtuanya," kata Pengacara Jessica, Yudi Wibowo.

Lama di Negeri Kangguru, Jessica pulang pada 5 Desember 2015. Dia pulang ke Tanah Air untuk mencari pekerjaan. Sehari setelah pulang, empat sahabat itu berencana berkumpul kembali di kafe Olivier Grand Indonesia pada 6 Januari 2015. (Ism) 

Beri Komentar