Kata Ridwan Kamil soal Pembubaran FPI

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 1 Januari 2021 10:42
Kata Ridwan Kamil soal Pembubaran FPI
"Hidup ini di Indonesia harus mengikuti tata aturan hukum".

Dream - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara terkait pemerintah membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) Front Pembela Islam (FPI) dan melarang segala kegiatannya. Ridwan Kamil mengatakan, hidup di Indonesia harus mengikuti aturan hukum.

Diketahui, pemerintah resmi melarang kegiatan dan membubarkan ormas Front Pembela Islam (FPI). Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, sejak tanggal 20 Juni 2019, FPI secara de jure telah bubar sebagai ormas. Sebab, FPI tak lagi terdaftar sebagai ormas.

" Saya kira sudah viral diberitakan ada pelarangan terkait kegiatan dan hal yang berhubungan dengan FPI, hidup ini di Indonesia harus mengikuti tata aturan hukum, kalau hukum sudah menyatakan kita ini melanggar misalkan tentu ada sanksi, nah sanksinya kan macam-macam," kata Kang Emil, sapaan akrbanya, Kamis malam 31 Desember 2020.

 

 

1 dari 4 halaman

Taat SKB Pemerintah

Ia memastikan 27 kabupaten kota sudah menyosialisasikan keputusan tersebut agar ditindaklanjuti sesuai dengan protap yang sama dengan arahan pemerintah pusat.

" Jadi kami imbau semua warga negara baik yang terafiliasi dengan FPI atau tidak untuk menaati SKB yang dikeluarkan pemerintah pusat," kata dia.

" Indonesia butuh kedamaian, butuh ketaatan, mari kita fokus pada penyelesaian pandemi Covid-19, kita kurangi hal-hal yang mengurangi konsentrasi kita. Karena hukum adalah panglima tertinggi," katanya.

Sumber: merdeka.com

2 dari 4 halaman

Ridwan Kamil Tidak Diberi Jatah Vaksin Sinovac

Dream - Ridwan Kamil, tidak akan disuntik vaksin Covid-19 yang dibeli oleh pemerintah pusat. Alasannya, gubernur Jawa Barat itu pernah menjadi relawan uji vaksin yang masih berproses.

" Saya tidak diizinkan untuk divaksin lagi karena nanti akan tercampur dengan vaksin yang sedang diuji. Jadi tokoh-tokoh Jabar yang mengikuti teladan pak presiden kemungkinan dimulai oleh pak wakil gubernur (Uu Ruzhanul Ulum) dan yang lain-lain mengikuti," kata Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Bandung, Senin 28 Desember 2020.

Menurut pria yang karib disapa Kang Emil itu, kebutuhan vaksin untuk Jawa Barat minimal 67 juta dosis. Kesiapan vaksinasi terus dilakukan, termasuk menyiagakan lebih dari seribu puskesmas dan 90 rumah sakit yang tenaga kesehatannya sudah dilatih.

" Persiapan vaksin (yang dibeli oleh pemerintah pusat) yang kemungkinan akan dilaksanakan di minggu ketiga Januari 2021," kata dia.

3 dari 4 halaman

Kucurkan Anggaran Hingga Rp637,3 Miliar Untuk Vaksin

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa Kementerian Kesehatan telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 637,3 miliar untuk membeli vaksin anti Covid-19 pada tahun 2020. Terdiri dari 3 juta dosis vaksin dari Sinovac dan 100 ribu dosis vaksin dari Cansino.

Vaksin tersebut akan didatangkan secara bertahap sesuai yang dijadwalkan pemerintah. Untuk tahap awal, ada 1,2 juta vaksin Sinovac yang telah tiba di tanah air yang akan digunakan pada awal tahun 2021.

" Sementara sebanyak 1,8 juta vaksin Sinovac direncanakan datang pada Januari 2021. Adapun sasaran vaksinasi juga mengikuti ketentuan oleh Kementerian Kesehatan," ujar dia.

4 dari 4 halaman

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah membelanjakan anggaran senilai Rp277,45 miliar untuk pembelian jarum atau alat suntuk, alcohol swab, dan safety box untuk program vaksinasi.

Terakhir, Kemenkes juga kembali merogoh kocek sebesar Rp 190 miliar untuk fasilitas penyimpanan vaksin di suhu dingin.

Rinciannnya, 249 unit lemari pendingin untuk vaksin, 249 unit kotak dingin, 249 unit alat pemantau suhu vaksin, 498 vaccine carrier, dan alat pelindung diri.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar