Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Instagram @ridwankamil)
Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menjalani penyuntikan vaksin Sinovac ke dua pada Senin, 14 September 2020.
Melalui akun Instagram pribadinya, Ridwan Kamil menyampaikan curhatannya terkait uji vaksin kedua yang telah ia jalani siang tadi.
" Siang hari ini, sebagai relawan, saya menjalani tes vaksin yang ke-2 di pusat pengetesan di Puskesmas Garuda Bandung," tulis Ridwan Kamil.
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menjelaskan prosedur tahap selanjutnya setelah mendapat suntikan tes vaksin ke dua. Ia mengatakan, dirinya akan diambil sampel darah sebanyak dua kali untuk memastikan apakah tubuhnya dapat menghasilkan antibodi guna melawan Covid-19.
" Setelah ini, saya akan diambil sampel darah selama 2 kali untuk dilihat apakah tubuh saya bereaksi baik dengan menghasilkan antibodi yang berlimpah untuk melawan Covid-19," ungkapnya.
Ia meminta doa agar proses pembuatan vaksin ini dapat berjalan sesusai rencana dan dapat segera diproduksi massal. Sehingga, pandemi Covid-19 di Indonesia bisa segera berakhir.
Kang Emil pun mengaku sudah lelah dengan pandemi yang terjadi saat ini.
" Doa saya semoga Allah kabulkan ikhtiar mencari solusi ilmiah ini. Semoga berhasil, sehingga pandemi yang melelahkan ini bisa kita akhiri. Aamiin Ya Alla," harapnya.
Untuk diketahui, proses uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac oleh BUMN Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad ini, berlangsung dalam lima tahap kunjungan selama kurang lebih enam bulan atau hingga akhir 2020.
Jika uji klinis berjalan lancar, rencananya vaksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi massal pada awal 2021.
Sebelumnya, sebanyak 450 relawan uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac telah mendapatkan penyuntikan vaksin yang diselenggarakan Bio Farma dengan menggandeng Fakultas Kedokteran Unpad.
Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Unpad Kusnandi Rusmil mengatakan, para relawan uji klinis vaksin tidak menunjukkan masalah kesehatan pascavaksinasi.
" Sampai sekarang yang sudah disuntik vaksin ada 450 orang, 200 sudah mau suntikan kedua dan 250 baru suntikan pertama. Sampai sekarang belum ada yang masuk rumah sakit atau bagaimana, semua biasa-biasa saja," katanya di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad Bandung, Rabu 9 September 2020, dikutip dari Liputan6.com.
Kusnandi menerangkan, reaksi yang ditimbulkan saat vaksinasi terhadap relawan sama seperti imunisasi pada umumnya. Di awal penyuntikan misalnya, relawan merasakan nyeri pada area suntikan selama beberapa saat. Namun, nyeri itu kemudian akan hilang dalam waktu cepat.
" Paling-paling keluhannya demam sedikit, kemudian nyeri dalam dua hari kemudian hilang sendiri. Sama seperti kita menyuntik vaksin di puskesmas saja. Kalau ada yang demam dikasih paracetamol," jelasnya.