Ridwan Kamil Sebut RS di Depok Mulai Penuh

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 15 September 2020 07:00
Ridwan Kamil Sebut RS di Depok Mulai Penuh
Tingkat keteririsan ruang perawatan bagi pasien Covid-19 di Kota Depok mulai penuh.

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan, ruang perawatan bagi pasien Covid-19 di Kota Depok mulai penuh. Dia berencana melakukan 'subsidi silang' untuk mengurangi tingginya tingkat keterisian RS di Depok.

" Yaitu kalau satu wilayah penuh maka kota kabupaten tetangga kita koordinasikan untuk membantu kewilayahannya," kata Ridwan Kamil, dikutip dari Merdeka.com, Senin 14 September 2020.

" Tadi saya sampaikan, Bodebek ini yang agak mengkhawatirkan adalah Kota Depok. Kota Depok itu yang ringan di 60 persen, kemudian yang sedang sudah hampir 80 persen," tambah dia.

1 dari 2 halaman

Daerah di wilayah Bogor Depok dan Bekasi, yang tingkat keterisian rumah sakitnya masih etrkendali antara lain Bogor. Di wilayah itu, tingkat keterisiannya di bawah 40 persen.

Jika rumah sakit di wilayah Depok sudah tidak bisa lagi menampung pasien, maka Bogor bisa membantu mengantisipasi pasien dengan koordinasi dari Pemerintah Provinsi Jabar.

" Jadi hanya Depok dan yang perlu kita waspadai dari sisi kondisi rumah sakit lain-lain Bodebek masih aman," terang dia.

2 dari 2 halaman

Tingkat Kesembuhan Belum Menyenangkan

Dari sisi epidemiologi, Ridwan Kamil menyebut ada tantangan terbesar Jawa Barat, yakni tingkat kesembuhannya belum memuaskan karena baru di angka sekitar 51 sampai 53 persen.

Padahal, menurutnya, angka ideal tingkat kesembuhan itu di kisaran angka 70 persen. Untuk mengantisipasinya, ia mengaku terus berkoordinasi dengan pihak terkait berupaya mencari obat, terapi hingga metodologi agar jumlah pasien yang positif ini bisa dilakukan penyembuhan secepatnya.

" Tingkat kematian kita sangat rendah ini diapresiasi oleh semua orang, hanya di angka 2,4 persen ya. mudah-mudahan berita baiknya yang meninggal sedikit tapi berita buruknya yang sembuhnya agak lambat, ini yang harus kita perbaiki dalam epidemiologi di Jawa Barat," pungkasnya.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar