Aksi Rollercoaster Gravity Max (Foto: Mirror/Asia Wire)
Dream - Mimpi buruk dialami oleh 20 pengguna rollercoaster Gravity Max di Tempat Hiburan LIHPAO, Taiwan, pada Rabu 30 Januari silam. Wahana yang mereka gunakan macet.
Mereka terjebak di atas dengan ketinggian setara gedung 15 tingkat. Sudah begitu, posisi mereka tergantung, terbalik pula. Benar-benar menegangkan.
Dikutip dari laman Mirror, Jumat 1 Februari 2019, rollercoaster itu macet saat berada pada kemiringan 90 derajat. Kondisi ini awalnya dikira masih dalam rangkaian aksi rollercoaster. Tetapi, proses ini dianggap terlalu lama.

Rollercoaster alami macet saat hendak beraksi (Foto: Mirror/Asia Wire)
Saksi mata melaporkan, kecurigaan ketidakselarasan rel saat menyambung. Akibat peristiwa ini, 20 penumpang rollercoaster harus dievakuasi menggunakan tangga darurat. Sementara itu, wahana Gravity Max ditutup selama 20 menit.
Direktur Taman Hiburan LIHPAO, Wang Yung-hao mengatakan, terjadi ketidakselarasan antara rel vertikal dan horizontal. Sehingga mengakibatkan kereta gagal bergerak. Sistem otomatis membuat kait kereta terkunci.
Dia mengatakan, ketidakselarasan rel itu bisa saja terjadi karena kondisi alam, semisal hujan lebat dan angin kencang.
Wang meyakinkan, Gravity Max atau biasa disebut Tilt Coaster atau Cliffhanger 100 persen digunakan.
Wang memberi biaya kerugian kepada 20 penumpang rollercoaster itu. Masing-masing penumpang mendapat kupon taman hiburan senilai 150 dollar Taiwan, atau setara Rp68 ribu.
Gravity Max merupakan wahana rollercoaster yang membawa penumpangnya ke puncak ketinggian secara horizontal. Setelah itu, penumpang akan dibawa ke kemiringan 90 derajat dengan rel yang terpisah. Pasca rel menyambung, kereta rollercoaster akan meluncur dengan kecepatan tinggi.
Wahana ini dibuka pada 2002. Rel yang digunakan rollercoaster ini sepanjang 580 meter.
Titik tertinggi rollercoaster ini mencapai 49 meter. Sementara kecepatan tertinggi yang pernah dibubukan mencapai 94 kilometer per jam.
Advertisement