Ngeyel Tolak Digusur, Rumah Ini Diapit Jalan Layang, Nasibnya Kini Memilukan (Daily Mail)
Dream - Umumnya pemilik rumah akan merasa beruntung ketika lokasinya berada di jalur utama yang banyak dilalui kendaraan. Namun sebuah rumah di Guangzhou, China ini memiliki nasib mengenaskan meski berada di lokasi strategis karena diapit dua jalan layang.
Rumah mungil tersebut benar-benar berada di antara dua jalur jalan layang yang sengaja dibangun pihak kontraktor. Alasannya, pemilik rumah menolah dipindahkan ketika pembangunan jalan itu sedang berjalan.
Kini rumah tersebut benar-benar berdiri sendiri tanpa tetangga. Dikutip dari Daily Mail, terlihat jelas rumah itu berada di tengah lubang jembatan.
Pemilik mengatakan tidak setuju untuk pindah lantaran pemerintah gagal menawarkan properti pengganti di lokasi yang ideal.
Rumah satu lantai itu berisi flat seluas 40 meter persegi dan terletak di sebuah lubang di tengah empat jalur lalu lintas.
Pemilik rumah bernama Liang mengatakan bahwa dia senang menghadapi konsekuensinya dan tidak keberatan dengan apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya.
" Anda pikir lingkungan ini buruk, tetapi saya merasa tenang, bebas, menyenangkan dan nyaman," ujarnya.
Sebelumya, Liang meminta kepada pemerintah untuk memberikannya empat apartemen, tetapi pemerintah hanya menyetujui dua saja.
Menurut wawancara yang dirilis oleh Pear Video, pria tersebut mengklaim bahwa pemerintah telah menawarkan akomodasi penggantinya di sebelah kamar mayat. Inilah alasan yang membuatnya bersikukuh menolak relokasi dan menetap di rumah tersebut.
Sontak saja video yang beredar di media sosial sukses menggegerkan publik di China. Hingga mereka datang beramai-ramai untuk mengabadikan rumah tersebut.
Sebelumya pemerintah distrik Haizhu telah mengatakan bahwa para pejabat mengalokasikan sebidang tanah di Jalan Huandao dobongkar pada tahun 2010 untuk membangun jembatan Haizhuyong.
Ms Liang adalah satu-satunya warga dari total 47 rumah tangga dan tujuh perusahaan yang masih tetap tinggal di kawasan tersebut. Sedangkan yang lain sudah memutuskan pindah pada september lalu.
Pihak berwenang mengatakan telah menawarkan rumah susun, dana kompensasi, tetapi semua ditolaknya.
Meski demikian, pemerintah tetap memperhatikan keselatam Ms Liang yang tinggal di tengah jembatan tersebut.
Mereka juga berjanji aka terus berkordinasi dengan Liang agar bersedia pindah ke tempat yang lebih aman.
(Sumber: MailOnline/ Laporan: Nur Rahma)