Sejak SD Punya Rasa, Cinta Berbalas 20 Tahun Kemudian

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 2 Maret 2018 10:01
Sejak SD Punya Rasa, Cinta Berbalas 20 Tahun Kemudian
Kisah cinta Dilan mungkin kalah dramatis.

Dream - Perjalanan cinta seseorang dapat menjadi sebuah kisah yang mengharukan. Dari kisah itu, kita bisa mengambil hikmah berharga tentang cinta sejati.

Salah satu pengguna Twitter, @GiaPratamaMD, berbagi kisah tentang cinta sejati ini. Tetapi, kisah itu bukan darinya, melainkan dari dua orang terdekatnya.

Mengawali cuitannya, Gia berkisah mengenai latar belakang seorang pria bernama Aam Amir Hamzah. Sosok ini lahir dari keluarga petani dan merupakan anak ke-11 dari 13 bersaudara.

Gia juga menyinggung wanita yang begitu disukai Amir. Wanita itu bernama Atik.

Amir pertama kali melihat Atik saat kelas 5 Sekolah Dasar. Saat itu, Amir sedang membantu ayahnya di sawah.

Ketika duduk di atas kerbau, Amir menjumpai Atik yang begitu cantik dan imut sedang lewat di jalan. " Sama bapak ibunya naik delman," tulis Gia.

Sejak saat itu, Amir menjadi rajin ke sawah. Setiap sore, dia berharap bisa melihat Atik. Sepekan sekali, sang gadis pujaan hati itu lewat.

Berlanjut ke SMP, Amir harus merantau dari Tasikmalaya untuk bersekolah. Dari sinilah Amir tak dapat berjumpa dengan Atik. Gadis cantik itu ternyata anak seorang tentara.

Dua tahun lamanya mereka tak bersua. Saat kembali ke Tasikmalaya karena sang ayah meninggal, Amir berusaha mengobati luka batin. Dia mencari sang gadis yang ternyata pindah ke Jakarta.

1 dari 3 halaman

Mulai mengenal sejak SMA

Mulai mengenal sejak SMA © Dream

Pertemuan mereka kembali terjadi saat lebaran dua tahun setelahnya. Dengan memupuk keberanian dalam dirinya, Amir berkenalan dengan Atik.

Setelah saling mengenal, pertanyaan pun terlontar. " Setelah lulus SMA mau ke mana?" tanya Atik.

Amir menjawab, " Kalau nggak ke kedokteran ya pilot."

Jawaban itu rupanya membuat Atik terpana. " Wah aku suka. Itu dua profesi yang dipanggil sesuai profesinya," jawabnya.

Di Jakarta, Atik ternyata sosok idola. Dia kapten basket perempuan, juara reli di DKI Jakarta. " Primadona di sekolah dan kampusnya," tulis Gia.

Sementara itu, Amir masih berjuang. Memilih meneruskan di Fakultas Kedokteran yang biaya per semesternya mahal atau bersaing dengan 3.000 orang untuk bisa sekolah gratis menjadi pilot.

Amir memilih menjadi pilot. Dan benar, tahun itu dia berhasil diterima di sekolah pilot. Lulus dari sana, dia diterima bekerja di maskapai penerbangan nasional.

Dua tahun kerja, Amir selalu dikelilingi para pramugari cantik. Tapi, impiannya mendapat cinta dari gadis pujaan di masa kecil tak luntur.

2 dari 3 halaman

Bertemu di ketinggian 30 ribu kaki

Bertemu di ketinggian 30 ribu kaki © Dream

Hingga suatu kali, di atas ketinggian 30 ribu kaki, Amir keluar dari pintu kokpit. Dia melihat sosok perempuan duduk di sebelah kiri.

" Mengenakan kacamata hitam, dan formal dress rapih lagi asyik melihat pemandangan di luar jendela," tulis Gia.

Itulah Atik. Sejak pertemuan itu, komunikasi mereka intens dilakukan. Surat menyurat dan telepon dilakukan.

Amir pun akhirnya memantapkan diri menikahi Atik. Tetapi, kabar buruk datang. Atik didiagnosa kanker. Umurnya hanya bersisa enam bulan lagi.

Tapi, Amir tak bergeming. Dia meminta Atik untuk kuat. " Neng, akang yakin neng pasti sembuh. Neng kuat. Akang nya'ah pisan ka eneng," ucap Amir setiap hari.

 

3 dari 3 halaman

Melawan kanker

Melawan kanker © Dream

Setelah enam bulan, Atik mampu bertahan. Beberapa bulan kemudian mereka menikah.

" Cinta nunggu Rangga 12 tahun untuk dapat pacaran kembali. Tita nunggu Adit 14 tahun untuk akhirnya dilamar. Papa nunggu Mama 20 tahun untuk akhirnya menikah. Tapi buat papa nikahin mama bukan akhir cerita, ini justru baru permulaan," tulis Gia.

Ya, Gia menceritakan kisah orang tuanya. Kapten penerbang Aam Amir Hamzah.

" Cintanya juga tidak lekang oleh waktu, papa itu romantisnya ampun deh, waktu itu pernah beliau pulang terbang dari Amsterdam, sampai rumah dia bawa koper gede buanget, yang satu tahu itu pasti baru karena saya belum pernah liat. Saya sama adik saya salim ke beliau, trus mama juga salim," ucap dia.

" Trus papa bilang 'oya mam, itu papa bawain sesuatu buat mama, ada di dalam koper, buka deh'. Trus mama buka, pas dibuka, itu satu koper gede, isinya Bunga semua, Bunga sekoper!! Mama langsung lumer, meleleh," ujar dia menambahkan.

Beri Komentar