Sekolah Tatap Muka, Satgas Minta Pemda Segera Sosialisasikan SKB 4 Menteri

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 4 April 2021 14:18
Sekolah Tatap Muka, Satgas Minta Pemda Segera Sosialisasikan SKB 4 Menteri
Pemerintah daerah diminta untuk segera melakukan pengawasan ketat saat pelaksanaan.

Dream - Pemerintah telah resmi mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. SKB ini mengatur kebijakan terkait pembelajaran sekolah tatap muka secara terbatas mulai Juli 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan bahwa SKB dikeluarkan dan ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama. Selanjutnya, pemerintah daerah diminta untuk segera melakukan pengawasan ketat saat pelaksanaan.

" Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah untuk mensosialisasikan terhadap keputusan pembelajaran tatap muka yang telah dirancang oleh lintas kementerian ini," ungkapnya dalam keterangan pers tertulis, dikutip dari Covid-19.com, Minggu 4 April 2021.

1 dari 4 halaman

Wiku mengatakan, pemerintah memastikan para tenaga pendidik akan mendapatkan vaksin Covid-19 agar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas berlangsung dengan baik.

Vaksinasi kepada tenaga pendidik ditargetkan selesai pada Juni 2021 mendatang. Pemerintah juga telah menargetkan sebanyak 5,8 juta guru akan berpartisipasi dalam program vaksinasi.

" Target ini ditetapkan tentunya ditetapkan setelah melewati berbagai macam pertimbangan, dan disesuaikan kemampuan vaksinasi di lapangan," ujar dia.

Sumber: covid19.go.id

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

96 Sekolah di Jakarta Akan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Mulai 7 April 2021

Dream - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengataka akan melakukan uji coba sekolah tatap muka yang dimulai pada 7 April 2021 mendatang. Di tahap ini, sebanyak 96 sekolah telah ditunjuk untuk mengikuti uji coba tersebut.

" Uji coba pembelajaran campuran online dan offline selama dua bulan ke depan insyaallah kurang lebih ada 96 sekolah," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis 1 April 2021.

Menurut riza, 96 sekolah tersebut terdiri dari SD hingga SMA yang tersebar di wilayah Ibu Kota. Pelaksanakaan uji coba sekolah juga akan dipantau untuk mengidentifikasi efektivitas serta keamanannya.

" Nanti tentu dibatasi jam kantor, jam kerja sekolahnya, harinya, kapasitas dibatasi, semuanya sesuai dengan protokol kesehatan," jelas dia.

3 dari 4 halaman

Target Mendikbud

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) resmi mewajibkan sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka usai guru dan tenaga kependidikannya mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Meskipun begitu, Nadiem menekankan jika dalam sekolah itu ditemukan kasus positif Covid-19, maka wajib ditutup sementara.

" Kalau berdasarkan pengawasan terdapat kasus konfirmasi positif Covid-19, maka pemerintah pusat, daerah, Kantor Wilayah Kemenag dan kepala satuan pendidikan wajib melakukan penanganan kasus dan dapat memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut," tegas Nadiem.

4 dari 4 halaman

Penutupan Sekolah

Sekolah akan dituutp apabila selama uji coba dilakukan terjadi infeksi.

" Dalam hal terdapat kebijakan pemerintah pusat, misalnya satu daerah atau kecepatan itu sedang melakukan PPKM, itu juga merupakan satu situasi di mana pembelajaran tatap muka dapat diberhentikan sementara," jelasnya.

Sumber: merdeka.com

 

Beri Komentar