Selain Pretty Asmara, 3 Pesohor Dunia Ini Juga Meninggal Dalam Masa Penahanan

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 5 November 2018 13:29
Selain Pretty Asmara, 3 Pesohor Dunia Ini Juga Meninggal Dalam Masa Penahanan
Kasus kematian Pretty saat menjalani hukuman penjara ternyata juga ada di belahan Bumi lain..

Dream - Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka. Pretty Asmara mengembuskan nafas terakhir pada hari Minggu pagi, 4 November 2018.

Kabar meninggalnya bintang sinetron Saras 008 itu cukup menghebohkan publik lantaran Pretty tengah menjalani hukuman penjara terkait kasus kepemilikan narkoba.

Dikutip dari Liputan6.com, Pretty Asmara mengembuskan nafas terakhir pada usia 41 tahun saat dirawat di Rumah Sakit Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur.

Sebelumnya, Pretty kerap keluar masuk rumah sakit karena mengalami masalah dengan paru-paru dan lambung.

Kasus kematian Pretty saat menjalani hukuman penjara ternyata juga ada di belahan Bumi lain. Berikut rangkumannya.

1 dari 3 halaman

Seorang Penulis Asal Amerika

Walter H. Breen merupakan penulis terkenal asal Amerika. Dia dikenal di kalangan kolektor koin dengan karyanya, Walter Breen's Complete Encyclopedia of U.S. dan Colonial Coins.

Namanya juga amat dikenal dalam komunitas penggemar fiksi ilmiah saat itu, juga untuk tulisan-tulisannya dalam membela kaum homoseksual (Pederasty).

Pria yang lahir di San Antonio, Texas ini diketahui sempat keluar masuk penjara. Awalnya ia dihukum karena penganiayaan anak-anak atau perilaku cabul di Atlantic City pada tahun 1954.

Breen kembali ditangkap lagi atas tuduhan yang sama di tahun 1990. Dia menerima kembali menjalani masa percobaan tiga tahun.

Setahun kemudian, ia didakwa dengan delapan tindak pidana pencabulan anak yang melibatkan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun.

Meskipun didiagnosis dengan kanker hati pada tahun 1992, seperti dikutip dari Los Angeles Times, dia tetap dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Dia akhirnya meninggal di penjara di Chino, California, pada tanggal 27 April 1993.

Pada tahun 2014, putri Breen, Moira Greyland, mengungkapkan bahwa dia adalah salah satu dari orang-orang yang melaporkan ayahnya karena penganiayaan anak.

2 dari 3 halaman

Tokoh Supremasi Kulit Putih AS

Kasus pembunuhan pemimpin hak-hak sipil, Medgar Evers, pada 12 Juni 1963 sempat hebohkan publik.

Pelaku tak lain adalah seorang tokoh supremasi kulit putih Amerika dan anggota Klan dari Greenwood, Mississippi, Byron De La Beckwith, Jr.

Dua persidangan pada tahun 1964 atas tuduhan tersebut tak menghasilkan keputusaan dari juri

Pada tahun 1994, sidang baru berdasarkan bukti baru kembali diselenggarakan. Byron akhirnya terbukti bersalah.

Ia dihukum karena pembunuhan dan dijatuhi hukuman seumur hidup di penjara. Tujuh tahun setelah dinyatakan bersalah membunuh Evers, De La Beckwith meninggal di penjara pada tahun 2001 pada usia 80.

Pada 21 Januari 2001, seperti diberitakan New York Times, De La Beckwith meninggal setelah dipindahkan dari penjara ke Universitas Mississippi Medical Center di Jackson, Mississippi.

Dia menderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan penyakit lain sebelumnya.

3 dari 3 halaman

Bos Mafia Amerika

John Joseph Gotti, Jr, merupakan seorang bos mafia kelompok Gambino di New York City, Amerika Serikat. Ia lahir dalam kemiskinan sehingga mengubahnya menjadi pelaku kriminal sejak usia dini.

Beroperasi di lingkungan Taman Ozon Queens, membuatnya terkenal dengan cepat. Sejak itu, Gotti Jr digambarkan sebagai mafia yang paling kuat di Amerika.

Ia mendalangi sindikat kejahatan, dan yang mengantongi ratusan juta dolar per tahun dari pemerasan, pembajakan, lintah darat, perdagangan obat bius, taruhan, prostitusi, pemerasan, pornografi, perjudian ilegal, dan kegiatan kriminal lainnya.

Gotti Jr adalah salah satu bos kejahatan paling kuat dan berbahaya di sana. Ia dikenal luas karena kepribadiannya yang blak-blakan dan gaya flamboyan, yang membuatnya disukai oleh sebagian masyarakat umum.

Pada tahun 1992, Gotti dihukum atas kasus lima pembunuhan, konspirasi untuk melakukan pembunuhan, pemerasan, penghalang keadilan, penghindaran pajak, perjudian ilegal, pemerasan, dan peminjaman pinjaman.

Dia dijatuhi hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat dan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Amerika Serikat, Marion di Illinois selatan.

Dalam masa penahanannya itu, Gotti meninggal karena kanker tenggorokan pada 10 Juni 2002, di Pusat Medis Amerika Serikat untuk Tahanan Federal di Springfield, Missouri.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar