Cara China Kuasai Sepak Bola Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 22 Juni 2018 17:15
Cara China Kuasai Sepak Bola Dunia
Meskipun tak lolos kualifikasi Piala Dunia, negeri ini punya mimpi besar terhadap sepak bola.

Dream – Ajang Piala Dunia 2018 tak hanya menarik perhatian para pecinta sepak bola, tetapi juga ekonom. Para pakar ekonomi ini mengaitkan Piala Dunia dengan Tiongkok.

DBS belum lama ini merilis kajian tentang kaitan Piala Dunia 2018 dengan pasar dan ekonomi. Tiongkok pun menjadi perhatian DBS. Meskipun tidak lolos kualifikasi Piala Dunia 2018, DBS menyebut Tiongkok bekerja keras untuk mengembangkan timnas sepak bola dan industri sepak bola puluhan tahun terakhir.

Olah raga ini tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Tiongkok, tetapi juga sebagai kunci aspirasi negara. Bahkan, Presiden Xi Jinping memasukkan peningkatan prestasi sepak bola ke dalam “ Mimpi Tiongkok” pada tahun 2013.

Sejak itulah, Tiongkok tak main-main memajukan industri sepak bola. Mereka sukses meningkatkan prestasi sepak bola global dari 92 pada 2013 menjadi 75 pada 2018.

Tiongkok juga jor-joran untuk investasi sepak bola domestik. Investasi pemain meningkat dari 2,5 miliar yuan (Rp5,42 triliun) pada 2013 menjadi 4,1 miliar yuan (Rp8,89 triliun) pada 2016. Uang ini digunakan untuk transfer pemain dan pelatih, gaji dan bonus, fasilitas, serta pelatihan untuk pemain muda.

Pengeluaran laga sepak bola Tiongkok, China Super Leage, melebihi Premier League di Inggris untuk pembelian pemain pada 2016. Pesepak bola terkenal, seperti Didier Drogba dari Pantai Gading dan Paulinho dari Brazil --sekarang bermain untuk klub Barcelona-- juga bermain untuk klub sepak bola Tiongkok. Investasi semacam ini membuat industri sepak bola Tiongkok naik kelas.

Investasi langsung ke dalam negeri dan luar negeri juga cukup besar. Perusahaan-perusahaan Tiongkok juga mengakuisisi saham beberapa klub sepak bola kelas atas, seperti AC Milan, Atletico Madrid, dan Aston Villa.

Tiongkok juga memisahkan China Football Association (CFA) dari biro olah raga pemerintahan Tiongkok. Tujuannya untuk mengelola dan mengembangkan sepak bola secara profesional. Negara ini juga mengeluarkan aturan baru, yaitu membatasi jumlah pesepak bola asing. Tujuannya agar pemain lokal bisa bermain di liga profesional.

Tiongkok juga merekrut Marcello Lippi—mantan pelatih timnas Italia—sebagai pelatih timnas sepak bola Tiongkok. Sayangnya, mimpi Tiongkok unjuk gigi di Piala Dunia 2018 kandas karena mereka tak lolos babak kualifikasi.

Beri Komentar