Ilustrasi
Dream - Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sebagai makhluk cipataan-Nya, manusia harus bisa menerima segala anugerah terindah yang telah diberikan oleh Allah dan bersyukur atas nikmat-Nya.
Nasihat inilah yang sepertinya melekat pada seseorang yang berusia 37 tahun. Kisahnya begitu mengharukan. Setelah menikah, ia memiliki beberapa anak. Ia adalah orang yang sering lalai, sering berbuat dosa, jarang menunaikan sholat kecuali di waktu tertentu atau saat dilihat orang saja.
Hal ini dikarenakan, ia lebih banyak akrab dengan orang jahat dan dukun sehingga setan selalu menemaninya dalam berbagai kesempatan.
Ia memiliki anak laki-laki yang berusia 7 tahun bernama Marwan. Ia tuli dan bisu. Ibu yang mendidiknya adalah perempuan yang kuat imannya. Suatu ketika setelah azan Maghrib, ia tiba di rumah dengan anaknya, Marwan.
© Dream
Saat ia sedang merencanakan tempat berkumpul dengan teman-teman nanti malam, tiba-tiba ia dikejutkan dengan anaknya yang mengajak bicara dengan bahasa isyarat, yang artinya mengapa ayahnya tidak sholat.
Ia pun menunjukkan tangannya ke atas yang berarti bahwa Allah berada di atas dan melihat mereka.
Marwan sering melihat ayahnya berbuat dosa dan sang anak pun selalu mengingatkannya akan keberadaan Allah. Tak jarang, anak itu menangis dan kemudian sang ayah merangkulnya tapi ia justru berlari dari pelukannya.
Sampai suatu ketika........baca kisah lengkapnya di sini.