Ilustrasi
Dream - Secara naluriah, orangtua selalu ingin melindungi dan menyayangi anak-anaknya. Tapi kadang kala saat emosi tak tertahankan atau ketika dalam tekanan, orangtua mengucap kata atau sumpah yang penuh nada keburukan pada anak.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam telah memperingatkan para orangtua untuk selalu mendoakan kebaikan untuk anak keturunan beliau secara khusus dan anak kaum muslimin secara umum.
Beliau juga meminta para orangtua untuk berhati-hati mengucapkan sumpah atau doa untuk anak-anaknya. Bisa jadi doa atau ungkapan buruk yang terlontar bertepatan dengan waktu
dikabulkannya doa. Sehingga, doa buruk malah terkabul.
Hal tersebut terdapat dalam sebuah hadits panjang di kitab Shahih Muslim. Berikut ringkasannya:

Artinya: Ada seorang lelaki yang berucap kepada untanya, " Hus (kalimat hardikan kepada unta agar jalannya cepat -pen), semoga Allah melaknatmu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “ Siapa yang melaknat untanya itu?”
Lelaki itu menjawab, “ Aku, wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “ Turunlah (dan turunkanlah barang-barangmu darinya. Janganlah Engkau
menyertai sesuatu yang terlaknat. Janganlah engkau mendoakan keburukan untuk dirimu sendiri. Janganlah Engkau mendoakan keburukan kepada anak-anakmu. Janganlah engkau
mendoakan keburukan pada harta-hartamu . Agar (doa tersebut) tidak bertepatan dengan saat-saat di mana Allah memberikan dan mengabulkan doa dan permintaan kalian.” (HR. Muslim
no. 3009).
Untuk itu para orangtua diminta berhati-hati dalam memanggil atau menyebut nama anak, pilihlah ungkapan yang penuh kebaikan. Hindari menyumpahi anak dengan kata-kata yang buruk seemosi apapun. Jangan sampai terlontar dari mulut orangtua sumpah buruk pada anak yang bisa jadi kenyataan. Selengkapnya baca di sini
Sumber: Muslimah.or.id