Surat As Syam: Arab, Latin, Arti, dan Kandungan Pokok

Reporter : Arini Saadah
Senin, 25 Juli 2022 09:38
Surat As Syam: Arab, Latin, Arti, dan Kandungan Pokok
Surat As Syam termasuk surat Makkiyyah karena diturunkan sebelum Rasulullah Saw hijrah ke Madinah.

Dream Surat As Syam merupakan surat di dalam Al-Quran yang terdiri dari 15 ayat. Surat As Syam artinya matahari yang diambil dari kata di dalam ayat pertama.

Surat As Syam termasuk surat Makkiyyah karena diturunkan sebelum Rasulullah Saw hijrah ke Madinah. Imam Bukhari menyebut surat As Syam sebagai surah Was-syamsi wa dhuhaahaa.

Menurut ulama, surat As-Syam mengingatkan bahwa kebahagiaan manusia adalah menyucikan dan mengembangkan dirinya dengan pengembangan yang baik serta menghiasinya dengan ketakwaan dan menghindarkannya dari segala kedurhakaan.

Sementara itu ketidakberhasilan dalam meraih sukses, dijelaskan oleh surat As Syam dengan memendam potensi positif. Ini dibuktikan oleh surat As-Syam ini dengan pengalaman pahit generasi terdahulu.

Berikut bunyi surat As Syam arab, latin, arti dan kandungan pokok, seperti dilansir dari berbagai sumber.

1 dari 5 halaman

Bunyi Surat As Syam Ayat 1-7

Pelajaran yang bisa dipetik dari surat As Syam yaitu apabila Sahabat Dream melakukan kebajikan dan menghindari keburukan, maka akan mendapat balasan. Sehingga manusia harus memerhatikan kedua perbuatan itu. Sebab kalau tidak, akan terancam mengalami bencana sebagaimana yang dialami oleh umat terdahulu.

Supaya lebih jelas, mari kita simak bunyi surat As Syam ayat 1-7 berikut ini seperti dikutip dari quran.kemenag.go.id.

Ilustrasi© dream.co.id

wasy-syamsi wa ?uhaaha

Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,

Ilustrasi© dream.co.id

wal-qamari idzaa talaahaa

demi bulan apabila mengiringinya,

Ilustrasi© dream.co.id

wan-nahaari idzaa jallaahaa

demi siang apabila menampakkannya,

Ilustrasi© dream.co.id

wal-laili idzaa yagsyaahaa

demi malam apabila menutupinya (gelap gulita),

Ilustrasi© dream.co.id

was-samaa’i wa maa banaahaa

demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan),

Ilustrasi© dream.co.id

wal-ardhi wa maa ?ahahaa

demi bumi serta penghamparannya,

Ilustrasi© dream.co.id

wa nafsiw wa maa sawwaahaa

demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya,

2 dari 5 halaman

Bunyi Surat As Syam Ayat 8-15

Ilustrasi© dream.co.id

Fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa

maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,

Ilustrasi© dream.co.id

Qad aflahaa man zakkaahaa

sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),

Ilustrasi© dream.co.id

Wa qad khaaba man dassaahaa

dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

Ilustrasi© dream.co.id

Kazdzdabat tsamudu bitaqwaahaa

(Kaum) samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim),

Ilustrasi© dream.co.id

Idzim ba’asaa asyqaahaa

ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

Ilustrasi© dream.co.id

Fa qaala lahum rasulullaahi naaqatallahi wa suqyahaa

lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, “ (Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya.”

Ilustrasi© dream.co.id

Fa kazzabuuhu fa’aqaruhaa fa damdama ‘alaihim rabbuhum bizambihim fa sawwaahaa

Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah),

Ilustrasi© dream.co.id

Wa laa yakhaafu ‘uqbaahaa

dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.

3 dari 5 halaman

Kandungan Pokok Surat As Syam

Ilustrasi© unsplash.com

Isi pokok kandungan surat As Syam adalah kaum Tsamud telah dihancurkan oleh Allah Swt karena kedurhakaannya. Tuhan membayangkan bahwa hal ini sangatlah mudah bagi-Nya. Sebagaimana mudahnya menciptakan benda-benda alam, siang, dan malam, dan menciptakan jiwa yang tersebut dalam sumpah-Nya.

Selain itu Allah memberitahukan kepada manusia jalan ketakwaan dan jalan kekafiran. Allah juga memberikan penjelasan bahwa manusia memiliki kebebasan untuk memilih antara kedua jalan itu.

Surat As Syam ini juga berisi dorongan kepada manusia untuk membersihkan jiwanya supaya mendapatkan keberuntungan di dunia dan di akhirat. Allah juga menyatakan bahwa azab Allah akan menimpakan azab kepada orang-orang yang mengotori jiwanya seperti halnya kaum Tsamud.

Surat As Syam memiliki hubungan dengan surat Al Lail. Surat As Syam menerangkan bahwa orang-orang yang menyucikan jiwanya akan memeroleh keberuntungan. Sementara orang yang mengotori jiwanya akan diazab oleh Allah.

Sedangkan surat Al Lail menjelaskan perbuatan menyucikan jiwa itu akan menghasilkan keuntungan dan perbuatan yang mengoroti jiwa akan menghasilkan kerugian.

4 dari 5 halaman

Keutamaan Membaca Surat As Syam

Keutamaan Membaca Surat As Syam© Shutterstock.com

Setiap surat yang ada di dalam Al-Quran tentunya sangat baik untuk dibaca dan memiliki keutamaannya masing-masing. Salah satunya surat As Syam yang juga memiliki keistimewaan sendiri jika rutin membacanya. Seperti dikutip dari bincangsyariah.com, ada beberapa keutamaan membaca surat As Syam yang dijelaskan dalam kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar oleh Muhammad bin Abdul Wahid Al-Ghafiqi berikut ini:

1. Mendapat Keamanan dari Hal yang Menakutkan

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini ada kalanya kita merasa tidak aman dengan kondisi di sekeliling. Bahkan hal yang tidak diinginkan bisa kapan saja terjadi secara tidak terduga. Oleh karena itu, sahabat Dream perlu untuk membentengi diri yang salah satunya dengan membaca surat As Syam.

Surat ini sangat baik dibaca setiap pagi agar kamu mendapatkan rasa aman dari segala sesuatu yang menakutkan. Hal tersebut seperti dijelaskan dalam hadis berikut ini:

عن ابي بن كعب عن النبي صلى الله عليه وسلم قال من قرأ سورة والشمس وضحاها في كل غداة امن من كل خوف

Artinya: Dari Ubay bin Ka’ab, dari Nabi Saw bersabda; Barangsiapa membaca surah ‘Wasy syamsi wa dhuhaha’ setiap pagi, maka dia akan aman dari setiap hal yang menakutkan.”

2. Pahalanya seperti Sedekah Seisi Langit dan Bumi

Keumataan lainnya ketika rutin membaca surat As Syam adalah mendapatkan pahala yang melimpah seperti sedang bersedekah dengan seisi langit dan bumi. Tentunya hal ini jangan sampai kamu sia-siakan, sahabat Dream. Bahkan telah dijelaskan dalam hadis berikut:

عن ابي بن كعب قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من قرأ سورة والشمس وضحاها فكأنما تصدق بكل شيئ طلعت عليه الشمس والقمر

Artinya: Dari Ubay bin Ka’ab, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda; Barangsiapa membaca surah ‘Wasy syamsi wa dhuhaha’, maka seakan-akan dia bersedekah dengan segala sesuatu yang terbit atasnya matahari dan bulan.”

3. Mendapatkan Ampunan Dosa

Setiap manusia tidaklah pernah luput dari adanya dosa. Baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Oleh karena itu, sebagai umat Islam sebaiknya banyak-banyak memohon kepada Allah SWT agar diampuni dari segala dosa dan melakukan amalan-amalan yang diperintahkan Allah SWT.

Nah, membaca surat As Syam secara rutin bisa membuatmu mendapatkan ampunan dosa. Hal tersebut telah dijelaskan dalam sebuah hadis berikut ini:

روي عن النبي صلى الله عليه وسلم انه قال من قرأ سورة والشمس وضحاها غفرله ما غربت عليه الشمس وما طلعت

Artinya: Diriwayatkan dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda; Barangsiapa membaca surah ‘Wasy syamsi wa dhuhaha’, maka diampuni dosa yang tenggelam dan terbit atasnya matahari.”

5 dari 5 halaman

Asbabun Nuzul Surat As-Syam

Sebab turunnya Surat As-Syam perlu dipahami, terutama bagi kaum Muslim. Surat ini diturunkan dengan tujuan memerintahkan kepada pemeluk agama Islam dan seluruh manusia pada umumnya untuk melaksanakan kebajikan dan menghindari keburukan.

Perintah itu ditekankan dengan sumpah agar manusa memerhatikannya. Apabila manusia ingkar, maka bencana akan menimpanya. Hal ini sebagaiman kisah kaum Tsamud yang ingkar dan tidak melaksanakan pesan dari Nabi Shalih as.

Selain itu, surat ini juga mengingatkan kebahagiaan manusia didapatkan dari ketakwaan dan penyucian diri dari segala dosa serta mendekatkan diri kepada-Nya.

Pengalaman pahit generasi terdahulu bisa menjadi pelajaran bagi umat Islam sekarang, untuk memperbaiki dan selalu mengembangkan diri demi mencapai kesuksesan. Selain itu, jangan lupa untuk menghindari keburukan dan perilaku kejahatan.

Secara singkat, Sayyid Qutub menganalogikan surat ini sebagai ulasan yang menyangkut hakikat jiwa manusia dan potensi naluriahnya yang suci.

Sementara itu, Al-Biqa'i memaknai surat As-Syam sebagai bukti kuasa Allah SWT dalam mengendalikan jiwa manusia menuju kebahagiaan atau kesengsaraan, sebagaimana kuasa-Nya mengendalikan matahari dan alam semesta.

Beri Komentar