7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Sumber: Shutterstock.com
Dream - Gerhana matahari akan mewarnai bulan suci Ramadan 1444 Hijriah. Fenomena astronomi ini akan hadir dua hari menjelang Idul Fitri, tepatnya pada 20 April 2023.
“ Gerhana matahari Hibrid merupakan peristiwa gerhana matahari total dan cincin yang terjadi secara berurutan dalam satu fenomena gerhana,” tulis akun Instagram Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), @infobmkg.
Gerhana matahari ini merupakan peristiwa spesial karena relatif terjadi cukup langka. Karena itu banyak orang yang tidak ingin melewatkan penampakannya.
Namun, posisi pengamat juga mempengaruhi besar magnitudo gerhana yang akan terlihat. Jadi pengamatan kedua gerhana tidak dapat dilakukan secara bersamaan dan di lokasi yang sama.
Adapun gerhana matahari sebagian dapat diamati di sebagian wilayah Indonesia, sementara gerhana matahari total dapat diamati di Biak dan Pulau Kisar. Sayangnya, gerhana matahari cincin tidak dapat diamati di wilayah Indonesia.
Setiap kota akan memiliki waktu puncak gerhana yang berbeda-beda. Di Jakarta, puncak gerhana matahari sebagian akan terjadi pada pukul 10.45 WIB.
Sementara untuk gerhana matahari Total di Biak, kontak awal akan terjadi pada pukul 12:20:46 WIT hingga kontak akhir pada pukul 15:26:14 WIT. Dengan puncak gerhana pada pukul 13:57:13 WIT.
Sedangkan di Pulau Kisar, kontak awal gerhana matahari total akan terjadi pada pukul 11:47:17 WIT dan kontak akhir pada pukul 14:57:49 WIT. Dengan puncak gerhana matahari total pada pukul 13:22:56 WIT.

Meskipun fenomena gerhana matahari hibrid ini dapat disaksikan di sebagian wilayah di Indonesia, namun kita dilarang untuk melihat proses gerhana secara langsung. Sebab, radiasi matahari dapat merusak mata kita.
Karena itu, jika ingin menyaksikan fenomena langka ini dapat menggunakan kacamata khusus yang menggunakan filter untuk melihat matahari.
Atau, bisa juga disaksikan melalui siaran langsung melalui laman resmi BMKG https://gerhana.bmkg.go.ig.
View this post on Instagram
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?