Tercekik Bunga Utang, Wanita Malang Digampar Rentenir Pakai Kulit Durian

Reporter : Okti Nur Alifia
Sabtu, 30 Juli 2022 10:01
Tercekik Bunga Utang, Wanita Malang Digampar Rentenir Pakai Kulit Durian
Hutangnya dari Rp8,2 juta berubah menjadi Rp287 juta karena bunga.

Dream - Sekesal apapun perasaan terhadap orang yang lama tak mengembaikan utang, kita harus tetap bisa mengontrol emosi ketika bertemu orang yang dituju. Jangan sampai emosi mengambil alih dan berakibat buruk pada diri sendiri.

Hal inilah yang terjadi pada seorang wanita asal Thailand yang wajah ditampak oleh rentenir menggunakan kulit durian.

Wanta malang tu bernama Duangduen. Dia mengalami perlakukan tak menyenangkan setelah tak bisa membayar cicilannya secara rutin kepada rentenir.

Melansir World of Buzz, Duangduen menceritakan memiliki pinjaman senilai 20 ribu baht atau senilai Rp8,2 juta. Uang yang diperoleh dari rentenir itu digunakannya untuk membuka toko dengan temannya.

1 dari 3 halaman

Namun kondisi menjadi sulit karna rentenir itu mematok uang pengembalian yang di luar logika. Duangduen diharuskan mengembalikan pinjaman plus bunga hingga mencapai 700 ribu baht atau sekitar Rp287 juta.

Dia awalnya bisa melakukan pembayaran rutin tetapi karena pandemi Covid-19 membuat keadaannya sulit secara finansial. Dia juga kehilangan uang disaat mempertahankan tokonya.

Para rentenir kemudian menyewa penagih utang, yang menggerebek rumah perempuan ini dan mengancamnya.

Penagih utang menyarankan agar dia meminjam lebih banyak uang untuk membayar utang lama. Sarannya ini kemudian disetujui oleh Duangduen dan temannya.

2 dari 3 halaman

Menurut laporan dari Khaosod, mereka akhirnya harus membayar 20 ribu baht sesuai pinjaman awalnya. Namun malang, pembayaran itu membuat teman Duangduen meninggalkannya dan melarikan diri.

dangduen© worldofbuzz.com

Tidak tahu harus berbuat apa lagi, Duangduen kemudian menghubungi departemen manajemen utang resmi pemerintah setempat, yang kemudian menghubungi rentenir dan meminta agar mereka menghentikan sementara pembayaran.

3 dari 3 halaman

Sayangnya, rentenir tetap mengunjungi rumah wanita itu untuk meminta uang kembali. Dan puncaknya pada 17 Juli 2022, ketika Duangduen memarkir sepeda motornya di pinggir jalan di provinsi Lamphun untuk menerima panggilan telepon. 

Seorang wanita berjalan ke arahnya dan menampar wajahnya dengan kulit durian sebelum melarikan diri dari tempat kejadian.

Duangduen sejak itu meminta bantuan media karena polisi belum membuat perkembangan apa pun atas pengaduannya. Dia juga menjelaskan bahwa situasinya tetap sama karena dia masih menerima ancaman.