Ilustrasi Membaca Alquran (Albawaba.com)
Dream - William seorang polisi Amerika Serikat (AS) memeluk Islam setelah berteman seorang muslim di kesatuannya. William tinggal bersama keluarga kecilnya di pinggiran kota Midwestern.
Bersama sahabatnya Nasir yang muslim, William menjalankan tugasnya sebagai seorang polisi. William sangat mengagumi kebijaksanaan dan kesabaran Nasir dalam menangani berbagai kasus yang berbeda. Bagi William, Nasir terlihat tenang saat menghadapi orang atau situasi yang sulit.
Saat William menanyakan resepnya, Nasir memberitahu sedikit rahasia yang menjadi panduan tindakannya. Kata-kata Nasir, yang kemudian hari disadari William, berasal dari kutipan Alquran. William sering kagum bagaimana seseorang bisa begitu bijaksana dan memiliki pengetahuan begitu banyak.
Sekitar musim dingin 2000, William mulai memiliki minat mempelajari Islam. William membaca Alquran, tapi tidak memahaminya.
Meskipun kesulitan, William terus berupaya belajar dari buku-buku lain tentang Islam. William belajar banyak, tetapi hanya untuk sekedar tahu saja dan bukan secara spiritual.
Akhirnya William memutuskan minta bantuan Nasir dan kemudian serangan 11 September terjadi. Tiba-tiba, William punya sejumlah kekhawatiran baru dan dia pun menyimpan pertanyaan tentang Islam.
Selama periode ini, William punya banyak informasi tentang Islam namun sangat sedikit yang disampaikan dengan cara positif. Sebagai pengawas polisi, William terus-menerus menerima peringatan tentang ancaman Islam. Jadi, William terus menunggu situasi tenang sambil belajar Islam untuk dirinya sendiri.

Kemudian, pada akhir musim panas 2004, William merasa jengkel karena belum mengerti juga tentang Islam. William akhirnya meminta Nasir untuk membimbingnya.
Dia mengatakan kepada William tentang ajaran Islam dan Alquran. Lebih penting lagi, Nasir mengatakan kepada William seberapa kuatnya dia mempercayai Islam, tidak hanya sebagai firman Allah tapi sebagai cara hidup bagi manusia.
Nasir dan saudaranya, Riyadh, kemudian memberi William buku tentang Islam yang memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul di hati William. Dengan pengetahuan di tangan, William kembali belajar Alquran dan tiba-tiba dia menemukan bahwa Alquran tidak hanya enak dibaca, tetapi isinya masuk akal.
Ia kemudian membaca lebih banyak lagi dan dia benar-benar kagum terhadap isinya. William jadi yakin bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Jika bukan nabi tidak mungkin Muhammad bisa mengetahui pengetahuan yang melampaui zamannya, pikir William. Bahkan William menemukan penjelasan yang hingga sekarang belum bisa dijabarkan secara ilmiah.
Meskipun sudah yakin bahwa Muhammad memang seorang Nabi, William masih menghadapi dilema. William masih bingung tentang apa yang harus dilakukan. Segala sesuatu yang pernah dia percaya tiba-tiba terbalik dan dia merasa bingung tentang penjelasannya.
Malam itu William berdoa memohon bimbingan dan pemahaman. Dia pergi tidur dan berharap dia akan menerima pemahaman setelahnya. Ketika William terbangun, William merasa dirinya sudah mengalami pencerahan.
Segala sesuatunya tiba-tiba menjadi jelas. Tentang Islam, Tuhan, menyembah satu Tuhan saja muncul bukan sebagai informasi baru, tapi pemahaman baru tentang apa yang telah dia percaya sebelumnya.
William tiba-tiba merasa gembira, bahagia dan damai. Pagi itu, William menghubungi Nasir dan mereka pergi ke sebuah masjid terdekat untuk salat Jumat. Di masjid itu, William dibimbing untuk mengucapkan syahadat dengan disaksikan sahabatnya, Nasir.
(Sumber: Saudi Gazette)