Ilustrasi (www.collider.com)
Dream - Pembaca berita pada stasiun televisi pemerintah Arab Saudi, Al Ekhbariya, tampil tanpa menggunakan hijab. Penampilan itu menuai reaksi keras dari masyarakat Saudi, sebab sang pembawa berita itu dianggap telah mengumbar aurat dengan meninggalkan cara berpakaian yang sudah diatur dalam Islam.
Dikutip Dream dari Daily Mail, Selasa 5 Agustus 2014, sebenarnya sudah banyak perempuan yang tampil tanpa hijab di layar televisi Saudi. Namun, penampilan pembaca berita minggu lalu itu merupakan kejadian pertama di mana perempuan pembaca berita di stasiun milik pemerinah tidak berhijab, dan bahkan mengenakan baju yang dianggap mengadopsi budaya Barart.
Pengguna Twitter di Saudi ramai membicarakan pembaca berita tersebut dengan hastag berbahasa Arab. Salah satu hastag tersebut berbunyi #NewsEncouragesAdornments. Salah satu pengguna Twitter dengan akun @HoNABIL bahkan melayangkan kritik keras dengan menyebut saluran berita itu adalah 'Zionis musuh agama'.

Pembaca berita Al Ekhbariya. Sumber: Daily Mail
Pengguna Twitter lainnya, @maysaaX, mengatakan bahwa penampilan sang pembawa berita itu sebagai sebuah 'sentakan psikologis'. Namun, di tengah kecaman itu, ada pula yang menilai penampilan itu sebagai sebuah kemajuan.
Dalam klip yang beredar, setidaknya pembaca berita perempuan itu tampil dalam dua busana berbeda. Inilah yang menambah kekecewaan masyarakat Saudi. Sebab, stasiun televisi yang berbasis di Riyadh itu berjanji tidak akan mengulangi penampilan serupa.
Tapi nyatanya sang pembawa berita itu telah tampil tanpa hijab dalam dua kali tayangan. Sehingga saluran yang diluncurkan pada Januari 2004 itu dianggap ingkar janji.
Juru Bicara Radio dan Televisi Saudi, Saleh Al Mughailif, mengeluarkan pernyataan setelah klip pembaca berita itu menyebar di situs online dan ramai dibincangkan. Menurut dia, pembaca berita Al Ekhbariya membawakan materi berita dari London, Inggris.
" Dia tidak di studio Arab Saudi dan kami tidak mentolerir segala pelanggaran nilai-nilai dan sistem negara," kata Al Mughailif. Dia menambahkan, sang pembaca berita itu hanyalah koresponden Al Ekhbariya di London.