Telepon Presiden FIFA, Jokowi Pasrah Nasib Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Pasca Tragedi Kanjuruhan

Reporter : Okti Nur Alifia
Rabu, 5 Oktober 2022 14:01
Telepon Presiden FIFA, Jokowi Pasrah Nasib Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Pasca Tragedi Kanjuruhan
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, keputusan nantinya yang diberlakukan adalah kewenangan FIFA.

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) teleh menjelaskan tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, kepada Presiden FIFA Gianni Infantino melalui sambungan telepon. 

" Hari Senin malam, saya telah bergabung langsung berbicara langsung dengan Presiden FIFA, Presiden Gianni Infantino. Berbicara banyak mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang,” kata Jokowi kepada wartawan di depan Istana Merdeka Jakarta, Rabu, 5 Oktober 2022.

Presiden juga membahas soal Piala Dunia U-20 di mana Indonesia menjadi tuan rumah pada 20 Mei-11 Juni 2023 mendatang.

“ Juga berbicara mengenai Fifa under twenty berbicara banyak," lanjutnya.

Jokowi menyerahkan keputusan terkait nasib penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan Piala Dunia U-20 di tangan FIFA. Presiden juga akan mengikuti keputusan organisasi sepakbola dunia itu terkait sanksi yang akan dijatuhkan FIFA usai tragedi Kanjuruhan.

" Tetapi keputusan apapun adalah kewenangan di FIFA," ujar Jokowi.

1 dari 4 halaman

Pemerintah diketahui telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap kasus atau peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Tim dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md.

" Untuk mengungkap kasus atau peristiwa Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022, maka pemerintah membentuk tim gabungan indendepen pencari fakta atau TGIPF yang akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam," kata Mahfud dalam konferensi pers, Senin 3 Oktober 2022.

Mahfud Md menargetkan pengusutan tragedi yang menyebabkan ratusan jiwa meninggal dunia itu selesai 2 sampai 3 minggu. Tim ini terdiri dari, pejabat kementerian terkait, kemudian organisasi profesi olahraga sepakbola, pengamat, akademisi, dan media massa.

Sumber: Liputan6.com

2 dari 4 halaman

Santunan untuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Beri Rp50 Juta, Kemensos Rp15 Juta

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 2 Oktober 2022. Santunan yang diberikan senilai Rp50 juta untuk setiap keluarga korban.

" Pertama pemerintah akan memberikan santunan. Atau tepatnya Presiden RI (Jokowi) akan memberikan santunan kepada para korban," ujar Menko Polhukam Mahfud MD, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 4 Oktober 2022.

Mahfud menyebut, uang santunan ini akan segera diberikan kepada setiap keluarga korban yang diketahui mencapai 125 korban.

" Meskipun tentu hilangnya nyawa setiap orang itu tidak bisa dinilai dengan uang berapa pun harganya, tetapi presiden berkenan juga untuk memberikan santunan kepada setiap korban jiwa itu sebesar Rp50 juta. Dan ini akan segera dilaksanakan tinggal kita atau kami mencocokan dulu data-data administratif dengan pemda atau dengan lembaga-lembaga lain yang mengurus," kata Mahfud.

3 dari 4 halaman

Mahfud berharap keluarga korban menerima dengan ikhlas pemberian santunan dari pemerintah. Mahfud menyebut, uang santunan ini bentuk kepedulian negara terhadap rakyatnya.

" Mudah-mudahan itu dilihat sebagai tanda empati dan kehadiran negara, tidak dilihat jumlahnya, tapi empati kepala negara dan kehadiran negara," kata dia.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan bahwa tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan merupakan bencana sosial.

" Ini termasuk bencana sosial, Kementerian Sosial juga menangani konflik-konflik seperti di Papua, dan beberapa tempat, kami juga menangani," ujar Risma, dikutip dari Merdeka.com.

4 dari 4 halaman

Dalam penanganan tragedi Kanjuruhan tersebut, Risma menyatakan, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan santunan sebesar Rp15 juta per korban.

" Kalau korbannya dalam satu keluarga ada dua, kami juga berikan dua. Kalau ada tiga, ya, kita berikan tiga, standarnya begitu. Kita berikan ini, kemudian, kita berikan sembako," kata mantan Walikota Surabaya itu.

Kemensos juga memberikan santunan kepada 125 ahli waris yang terdata oleh Kemensos. Data ini akan bergerak sesuai perkembangan di lapangan.

Kemensos melalui SDM PKH juga mendata ahli waris yang memiliki komponen ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, lansia maupun disabilitas untuk bisa dimasukkan dalam DTKS sebagai basis data penerima bantuan sosial.

Beri Komentar