Temuan Baru Autopsi Ulang Brigadir J, Bagian Ini Tak Ditemukan

Reporter : Nabila Hanum
Rabu, 3 Agustus 2022 15:00
Temuan Baru Autopsi Ulang Brigadir J, Bagian Ini Tak Ditemukan
Penemuan tersebut membuat kasus adu tembak Brigadir J dan Bharada E terlihat semakin janggal.

Dream - Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, mengatakan bahwa sejumlah fakta baru ditemukan dalam proses autopsi ulang jasad ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo itu.

Dia bahkan menyebut temuan itu membuat kasus baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri nonaktif terlihat semakin janggal.

Kamaruddin membeberkan sejumlah temuan tersebut saat membuat laporan polisi ke Mabes Polri pada Selasa 2 Agustus 2022. Berikut temuannya:

1 dari 5 halaman

1. Pankreas dan Kantong Kemih Tak Ditemukan

Kamaruddin Simanjuntak menyebut pankres dan kantong kemih Brigadir J tak ditemukan saat autopsi. Kamaruddin menyebut, saat autopsi dilakukan, perwakilan dari keluarga yang berprofesi sebagai dokter pencatat hasil autopsi.

" Kemudian pankreas tidak ditemukan, demikian juga kantong kemih," ujar Kamaruddin di Mabes Polri.

Selain itu, dia menyebut ada lebam dan resapan darah di dengkul. Dia menduga lebam dan resapan darah ini lantaran Brigadir J dianiaya.

" Kemudian di kaki ini lebam dan ada resapan darah di dengkul ini, enggak tahu siapa yang menganiaya. Kemudian di pergelangan kaki ada tembusan luka lobang, belum tahu penyebabnya apa, apakah peluru atau benda tajam. Masih diambil samplenya baik dari dengkul sampai sini untuk diperiksa di lab RSCM," kata dia.

Dia menyebut, pihak dokter forensik mengambil sampel-sampel tersebut untuk diuji. Termasuk juga mengambil sebagian organ tubuh Brigadir J lainnya.

" Sementara yang lain seperti ginjal, itu dipotong untuk diuji di lab. Demikian organ yang lain, diambil untuk diuji di lab," kata dia.

2 dari 5 halaman

2. Tangan Patah, Jari Manis dan Kelingking Dipatahkan

Tak hanya itu, menurut dia usai autopsi ditemukan pergelangan tangan Brigadir J patah, dan jari-jemari terlihat dipatahkan.

" Kemudian pergelangan tangan ini patah. Kemudian jari ini dipatah-patahkan. Jari kelingking, jari manis dipatah-patahkan," kata dia.

Dia menyebut, jika memang hanya tembak menembak antara Brigadir J dan Bharada E tak mungkin sampai pergelangan dan jari jemari patah. Dia belum bisa memastikan siapa yang melakukan hal tersebut.

" Pergelangannya patah, enggak tahu siapa yang patahin. Kemudian jari-jari ini dipatah-patahin. Kemudian juga luka, ini jauh dari peluru. Peluru tadi kan di kepala, di leher, di dada, sama pergelangan. Kenapa ini luka disini? Kenapa ini patah?," kata dia.

3 dari 5 halaman

3. Empat Peluru Menembus Badan

Selain itu, ditemukan fakta adanya empat peluru meletus di tubuh Brigadir J dan tembus.

" Ketika disonde atau ditusuk ke arah hidung, tembus. Berarti tembakan dari belakang tembus ke puncak hidung. Itu yang waktu itu saya tunjukan gambarnya dijahit. Itu tembakan pertama," kata dia.

Tembakan kedua, kata dia, peluru tembus dari bawah leher hingga bibir bawah. Sementara tembakan ketiga dari dada tembus ke belakang.

" Tembakan keempat, dari pergelangan dalam ditusuk tembus keluar. Jadi empat peluru tembus, atau diduga peluru," kata Kamaruddin.

4 dari 5 halaman

4. Sobekan di Urat Nadi

Kamaruddin menyebut ada sobekan di urat nadi almarhum. Dia mengatakan, hal itu masih menjadi polemik.

" Kemudian di kanan ini juga ada diduga sobekan di urat nadi. Di situ masih polemik, itu pemasangan formalin atau tidak," kata Kamaruddin.

Kamaruddin mengaku belum menerima penjelasan resmi dari dokter terkait temuan-temuan baru tersebut. Dia menyebut pihak dokter masih akan menguji sampel-sampel tubuh Brigadir J di laboratorium.

5 dari 5 halaman

5. Otak Pindah ke Dada

Kejanggalan lain yang ditemukan ialah posisi otak dari Brigadir J yang berpindah ke dada.

" Otak ditemukan di bagian dada. Saya enggak tahu siapa yang mindahin otak ke bagian dada. Apakah bagian autopsi pertama atau sebelumnya," katanya.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar