Terungkap, Rahasia Berubah Warna Bunglon

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 18 Maret 2015 09:45
Terungkap, Rahasia Berubah Warna Bunglon
Temuan ini dapat membantu insinyur dan fisikawan untuk meniru kemampuan berubah warna bunglon dalam teknologi baru.

Dream - Bunglon punya senjata pamungkas saat menghindari musuhnya. Ia akan menyamarkan dirinya dengan mengubah warna kulit sesuai tempat ia berada.

Kemampuan mengubah warna kulit ini diperoleh bunglon dengan cara menyesuaikan warna sebuah lapisan sel khusus di bawah lapisan paling luar kulitnya.

Tidak seperti binatang yang bisa berubah warna lainnya, seperti ikan cumi dan gurita, bunglon mengandalkan perubahan struktural yang memengaruhi bagaimana cahaya memantul dari kulitnya.

Untuk menyelidiki bagaimana bangsa kadal ini bisa berubah warna, peneliti Michel Milinkovitch dari University of Geneva di Swiss menggunakan bunglon Panther yang biasa hidup di Madagaskar sebagai kelinci percobaannya.

Dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communication, tim peneliti pimpinan Milinkovitch menemukan di bawah kulit terluar bunglon terdapat dua lapisan sel khusus yang disebut iridophore.

Sel iridophore mengandung nanokristal yang memiliki bentuk, ukuran dan susunan berbeda. Nanokristal di dalam sel iridophore memantulkan tingkatan beragam dari cahaya yang mencapainya. Nanokristal inilah yang menjadi kunci kulit bunglon bisa berubah warna.

Lapisan kulit yang mengandung sel iridophore itu akan berubah warna jika bunglon menemukan kondisi yang berbeda, seperti sangat senang, sedang marah, atau saat mengantisipasi bahaya.

Tim Milinkovitch menemukan jika lapisan kulit itu dalam kondisi kendur, nanokristal di dalam sel iridophore akan mendekat satu sama lain sehingga secara khusus sel-sel itu akan memantulkan panjang gelombang jarak pendek, seperti warna biru.

" Namun jika bunglon sedang bersemangat atau terancam, jarak antar nanokristal akan semakin besar dan tiap sel iridophore secara acak akan memantulkan panjang gelombang yang lebih panjang, seperti kuning, oranye atau merah," kata Milinkovitch.

Menurut Milinkovitch, warna merah tidak berubah secara dramatis saat bunglon bersemangat, hanya intensitas terangnya yang bertambah.

Lebih jauh lagi, peneliti menemukan lapisan yang lebih dalam dan tebal yang mampu memantulkan sejumlah besar sinar matahari yang mengandung inframerah.

Lapisan ini sepertinya tidak berfungsi untuk mengubah warna, tapi kemungkinan untuk membantu bunglon memantulkan panas dan menjaga suhu tubuhnya tetap dingin.

Temuan ini dapat membantu insinyur dan fisikawan untuk meniru kemampuan berubah warna bunglon dalam teknologi baru, seperti peralatan yang bisa menghilangkan pantulan, kata Milinkovitch.

(Ism, Sumber: Live Science)

Beri Komentar