Tidak Benar Ada Pencurian Organ Jenazah Covid-19 di India

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 23 September 2020 07:01
Tidak Benar Ada Pencurian Organ Jenazah Covid-19 di India
Ini faktanya.

Dream - Media sosial Facebook sempat dihebohkan dengan kabar yang menyebutkan, adanya pencurian organ tubuh jenazah pasien Covid-19.

Akun Facebook Viviek Maharana, mengunggah video yang menyebut ada dugaan pencurian organ tubuh pada jenazah korban virus Corona. Ia mengunggah video dengan narasi sebagai berikut:

" Orang-orang diperdagangkan rumah sakit atas nama virus corona. Dalam video ini seorang rekan dirawat di rumah sakit karena kecelakaan.

Namun dokter malah mengambil ginjalnya dan mereka (keluarga) diberi tahu kalau pasien positif virus corona. Selanjutnya, rekan ini ditemukan saudara lakilakinya sudah menjadi jenazah."

Unggahan Facebook© Liputan6.com

Video itu ada di Facebook sejak awal September 2020. Hingga saat ini, video tersebut sudah dilihat sebanyak 139 kali oleh warga Facebook lainnya.

Lalu, benarkah ada pencurian organ dalam pada mayat yang terpapar virus corona di India?

1 dari 4 halaman

Cek Fakta

Dilansir dari Cek Fakta Liputan6.com, hasil penelusuran mengarah pada artikel BBC dengan judul: " India coronavirus: Rumours hamper testing in Punjab" , yang sudah dipublikasikan pada 10 September 2020.

Artikel tersebut mengambil penjelasan dari Menteri Kesehatan Punjab, Balbir Singh Sidhu. Dia memastikan kabar yang menyebut adanya pencurian organ dalam pada jenazah virus corona di India tidak benar.

" Semua ini rumor yang tidak berdasar. Tidak ada orang yang bisa menyentuh orang yang meninggal karena Covid. Mayatnya akan dibungkus dan langsung dibawa ke krematorium. Pengambilan organ tidak terjadi," katanya.

Pemerintah India, lanjut Balbir Singh, sudah mengeluarkan video untuk menghentikan penyebaran video hoaks tersebut. Pemerintah setempat juga sudah berkampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarkat dan membantah rumor tersebut.

 

2 dari 4 halaman

Disebutkan juga dalam artikel BBC, rumor itu muncul di pedesaan Punjab. Ketakutan adanya pencurian organ dalam pada mayat covid-19 setelah muncul di media sosial hingga WhatsApp.

Namun demikian, para pejabat di India tidak mengerti mengapa ada yang memulai rumor semacam ini, atau mengapa rumor menjadi sampai seperti itu di Punjab. Wakil direktur kesehatan negara bagian, Arvinder Gill, mengatakan ada protes serupa yang dipicu oleh rumor selama kampanye vaksinasi polio dan rubella.

" Saya ingat selama kampanye vaksinasi polio, orang-orang menolak tim kami dengan mengatakan bahwa vaksin akan membuat anak-anak mereka impoten. Selama kampanye rubella, orang menentangnya dengan mengatakan vaksin bisa menyebabkan demam dan bisa berakibat fatal."

Gill menambahkan bahwa resistensi itu bisa menjadi bencana karena orang tidak akan tahu jika mereka terinfeksi. " Mereka akan terinfeksi dan bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Kondisi mereka sendiri akan memburuk. Ketika mereka datang ke rumah sakit, fasilitas medis mungkin tidak dapat membantu mereka."

 

 

 

3 dari 4 halaman

Hasil penelusuran Google juga mengarahkan ke artikel newsbreak.com dengan judul: " India coronavirus: Rumours hamper testing in Punjab" . Artikel itu juga mengambil bantahan dari Menteri Kesehatan Punjab, Balbir Singh Sidhu. Dengan tegas dia membantah adanya pencurian organ mayat virus corona yang terpapar virus corona.

" Pencurian organ mayat manusia itu (yang terpapar virus corona) adalah hoaks," ujarnya.

India saat ini merupakan negara kedua dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat, dengan lebih dari 4,3 juta kasus dan 73.000 kematian.

4 dari 4 halaman

Kesimpulan

Pemerintah India sudah membantah adanya pencurian organ dalam tubuh manusia yang terpapar virus corona. Menteri Kesehatan Punjab, Balbir Singh Sidhu memastikan tidak ada yang menyentuh orang meninggal karena covid-19.

Sumber: liputan6.com

Beri Komentar