Cerita Mencekam Aksi Teror Truk Maut Berlin

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 20 Desember 2016 16:01
Cerita Mencekam Aksi Teror Truk Maut Berlin
Truk itu diduga dicuri dari Polandia.

Dream - Dalam waktu hampir bersamaa, Eropa diguncang aksi teror mengerikan. Setelah aksi penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki, sebuah truk besar dari pabrikan ternama dunia sengaja ditabrakan di kerumusna orang yang tengah berbelanja di pasar Natal di pusat kota di barat Berlin, Jerman.

Aksi maut dari truk yang diduga curian itu disebut bukan murni kecelakaan, melainkan upaya aksi teror. 

Insiden tersebut terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas dan 48 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden ini.

Saksi mata mengatakan korban luka tergeletak di lantai dalam kondisi berdarah-darah, sementara yang lain panik dan melarikan diri. Truk tersebut berjalan dalam kecepatan 40 mph saat menabrak kerumunan.

" Sebuah truk secara gila dikemudikan ke arah pasar Natal. Orang-orang berteriak, ini pembantaian," ujar seorang pengunjung pasar dalam keadaan tertekan kepada harian Bild.

Kepolisian setempat mengatakan satu dari dua pengendara truk itu ditemukan tewas di dalam kabin. Diduga dia tewas akibat luka-luka yang cukup fatal.

Sementara pengendara lainnya sempat melarikan diri. Tetapi, upaya tersebut berhasil digagalkan dan dia ditangkap di jarak 100 meter dari lokasi kejadian.

Juru bicara kepolisian mengatakan identitas pelaku yang tertangkap saat ini masih dalam penyelidikan. Dia mengatakan truk Scania berpelat nomor Polandia dan telah dicuri.

" Ini tampaknya merupakan serangan yang disengaja," ujar juru bicara tersebut.

Rekaman televisi Jerman menunjukkan lokasi kejadian disegel kepolisian. Sejumlah kru ambulans mengangkut para korban terluka dan melarikan mereka ke sejumlah rumah sakit terdekat.

Saksi mata Mike Fox dari Birmingham mengatakan kepada Associated Press dia berada di jarak tiga meter dari lintasan truk. " Itu pasti disengaja," kata Fox.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengontak Menteri Dalam Negeri dan Walikota Berlin membahas insiden ini. Juru bicara kanselir, Steffen Seibert, berkicau, " Kami sedang berduka pada mereka yang meninggal dan pada mereka yang mengalami luka-luka, kami berharap mereka segera mendapat bantuan."

Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maizire mengatakan kepada stasiun penyiaran ARD, " Saya tidak ingin menggunakan kata 'serangan' pada insiden ini, meski banyak yang mengatakan demikian."

" Ada efek psikologis di seluruh negeri dari pemilihan kata ini, dan kami sangat ingin berhati-hati dan mendasarkan pernyataan pada hasil penyelidikan, bukan dengan spekulasi," kata de Maizire.

Walikota Berlin, Michael Muller mengatakan, " Apa yang kita saksikan di sini sangat dramatis dan mengejutka kita semua. Kami berharap apa yang kita takutkan ini merupakan serangan tidak terbukti benar. Kami memikirkan para keluarga korban."

(Sah/Sumber: independent.co.uk)

Beri Komentar