Ilustrasi Ruang Operasi (Sumber: IB Times)
Dream - Kentut di ruang operasi ternyata bisa membuat nyawa bisa lepas dari raga. Kejadian langka ini terjadi saat seorang pasien dilaporkan memicu kebakaran selama prosedur pembedahan di Rumah Sakit Tokyo Medical University di Shinjuku Ward.
Akibat peristiwa langka itu, si pasien menderita luka bakar serius.
Menurut laman International Bussiness Times, insiden itu terjadi pada 15 April lalu ketika pasien, yang berusia 30-an, menjalani operasi laser serviks.
Awalnya penyelidikan dilakukan untuk menguak misteri kebakaran di ruang operasi itu. Saat diselidiki ternyata..
© Dream
Laporan surat kabar Asahi Shimbun tersebut mengatakan sinar laser diduga telah memicu munculnya api ketika pasien malang itu kentut.
Akibatnya, sebagian besar bagian tubuh pasien terbakar, termasuk pinggang dan kakinya.
" Ketika pasien kentut di dalam ruang operasi, gasnya menimbulkan api ketika terkena iradiasi laser. Api pun menyebar, akhirnya mencapai tirai ruang operasi dan menyebabkan kebakaran," kata laporan itu.
© Dream
Kasus ini semakin menarik setelah tim menurunkan penyidik eksternal. Sama seperti kesimpulan sebelumnya, tim juga menemukan keanehan lain.
Anehnya, penyidik, yang merilis laporan pada 28 Oktober lalu, mengklaim bahwa tidak ada bahan yang mudah terbakar berada di ruang operasi saat operasi sedang terjadi.
© Dream
Dream - Ini mungkin hukuman kartu merah paling aneh yang dijatuhkan seorang wasit pertandingan sepakbola. Seorang pemain dari klub divisi tujuh Liga Swedia diusir dari lapangan hijau karena mendapat kartu merah akibat kentut saat bertanding.
Ia adalah pemain klub Pershagen SK, Adam Lindin Ljungkvits, 25 tahun. Insiden tersebut terjadi ketika ia tengah membela timnya melawan Jarna SKB.
Dilaporkan harian Aftonbladet, Ljungkvits tiba-tiba kentut di lapangan. Aksi tersebut diketahui wasit dan langsung mengusirnya dari lapangan.
" Perut saya sakit, lalu saya kentut. Wasit datang memberi saya kartu kuning dan kartu merah. Itu memang peringatan kedua buat saya," kata Ljungkvist.
Ljungkvist merasa tidak terima dengan hukuman kartu merah itu dan melayangkan protes kepada wasit.
" Saya kentut dan dikeluarkan dari lapangan karena tindakan wasit itu tidak sportif," kata dia.
Ljungkvist tidak mendapat penjelasan yang memuaskan terkait hukuman kartu merah yang diberikan wasit. Tetapi, ia menduga wasit mengira tindakannya kentut di lapangan untuk memprovokasi lawan.
" Saya pikir itu bukan cara yang profesional untuk meredam emosi lawan," ucap Ljungkvist.
Sumber: mynewshub.cc
Advertisement

Perempuan di Balik McDonald’s Indonesia: Dua Kisah, Satu Komitmen untuk Tumbuh dan Berdampak


Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian
