Perlukah Vaksinasi Covid-19 Dosis ke Tiga? Ini Jawaban WHO

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 20 Agustus 2021 11:01
Perlukah Vaksinasi Covid-19 Dosis ke Tiga? Ini Jawaban WHO
Saat ini tidak menunjukkan keperluan adanya suntikan ketiga atau vaksinasi booster Covid-19.

Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu 18 Agustus 2021, menyatakan bahwa data saat ini tidak menunjukkan perlunya suntikan ke tiga atau vaksinasi booster Covid-19.

WHO menambahkan, kelompok paling rentan di seluruh dunia harus didahulukan mendapat vaksin lengkap sebelum negara-negara berpenghasilan tinggi memberikan suntikan tambahan Covid-19 kepada warganya.

Pernyataan itu dikeluarkan sebelum pemerintah Amerika Serikat berencana menyediakan lebih banyak suntikan vaksin dosis ke tiga bagis seluruh warga AS mulai 20 September 2021 setelah kasus Covid-19 di negeri Paman Sam memburuk karena varian Delta.

1 dari 4 halaman

Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, mengatakan, suntikan ke tiga atau booster untuk meningkatkan perlindungan tubuh terhadap virus Corona belum menjadi prioritas.

" Secara gamblang kami meyakini data yang kami miliki tidak mengindikasikan perlunya suntikan tambahan atau booster. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini," jelasnya saat konferensi pers di Jenewa, dikutip dari Reuters.

Sedangkan penasihan senior WHO, Bruce Aylward, mengatakan, masih banyak vaksin di seluruh dunia yang belum didisitribusikan ke beberapa lokasi.

" Ada cukup vaksin di seluruh dunia, namun (vaksin) itu tidak didistribusikan ke lokasi yang tepat dalam urutan yang benar," jelasnya.

Ia mengingatkan, dosis lengkap harus diutamakan bagi kelompok rentan di seluruh dunia sebelum vaksin ketiga diberikan.

Sumber: Reuters

2 dari 4 halaman

Studi Kemenkes Ungkap Uji Perlindungan Vaksin Covid-19 Buat Nakes, Ini Hasilnya

Dream - Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memberikan vaksin dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (Nakes). Keputusan ini diambil berdasarkan hasil studi terhadap tingkat perlindungan vaksin para Nakes yang menangani pasien Covid-19 setelah mendapatkan dua dosis vaksin penuh.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan studi tersebut dijalankan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes pada rentang waktu Januari-Juni 2021. Studi melibatkan 71.455 nakes di Jakarta.

" Studi mengamati kasus konfirmasi Covid-19, perawatan, dan kematian karena Covid-19 pada tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 satu dosis, dua dosis, dan yang belum divaksinasi," ujar Nadia, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Hasil studi menyimpulkan para Nakes yang sudah divaksin cukup terlindungi dari paparan Covid-19 selama periode Januari-Maret 2021. Namun pada April-Juni 2021, dua dosis vaksin ternyata kurang cukup memberikan perlindungan pada Nakes yang sehari-hari bersinggungan dengan pasien.

" Meskipun demikian, vaksinasi lengkap masih efektif melindungi dari risiko perawatan dan kematian akibat Covid-19," tegas Nadia.

3 dari 4 halaman

Proporsi Nakes Dirawat

Selama Januari-Maret, proporsi Nakes yang menjalani perawatan akibat Covid-19 sebanyak 12 persen belum divaksinasi, 19,3 persen mendapatkan satu dosis, dan 18 persen mendapatkan dosis penuh. Namun, pada April-Juni justru terjadi peningkatan.

" April-Juni tenaga kesehatan yang dirawat belum divaksin meningkat 2 kali lipat menjadi 24 persen, yang telah divaksinasi dosis pertama turun menjadi 8,1 persen, sementara yang sudah divaksin dosis lengkap berkurang enam kali lebih rendah menjadi 3,3 persen," kata dia.

Selama triwulan pertama 2021 tercatat 20 Nakes meninggal dunia. Dari angka tersebut, 75 persen merupakan Nakes yang belum mendapatkan vaksinasi ataupun baru dapat satu dosis.

Sementara secara persentase, tingkat fatalitas Nakes belum divaksin sebesar 0,68 persen, perawat dapat satu dosis 0,3 persen dan perawat dengan dua dosis vaksin 0,2 persen.

Sedangkan pada triwulan kedua 2021 (April-Juni), tingkat fatalitas pada April-Juni Nakes belum divaksin mencapai 2,5 persen, divaksin dosis pertama 1,85 persen, lengkap dua dosis turun hingga 0,16 persen.

" Peningkatan proporsi kematian terjadi pada periode kedua pada tenaga kesehatan yang belum atau hanya divaksin satu dosis," kata Nadia.

4 dari 4 halaman

Tingkat Kemanjuran Menurun di April-Juni

Terkait kemanjuran, pada Januari-Maret tingkat efektivitas vaksin mencegah perawatan sebesar 74 persen. Angka efektivitas itu justru menurun menjadi 53 persen pada April-Juni.

Sedangkan efektivitas dalam mencegah kematian sebesar 95 persen pada Januari-Maret. Angka tersebut juga menurun menjadi 75 persen pada April-Juni.

" Ini membuktikan bahwa vaksinasi masih terbukti sebagai alat yang efektif dalam menekan risiko perawatan dan kematian pada tenaga kesehatan walaupun risiko paparan virus terhadap tenaga kesehatan sangat tinggi," kata dia.

Studi ini menjadi dasar Kemenkes memberikan vaksin dosis ketiga bagi nakes. Nadia juga menegaskan dosis ketiga hanya untuk nakes dan tenaga pendukungnya karena memiliki risiko lebih tinggi.

" Kunci penanganan Covid-19 adalah semakin banyak dan semakin cepat sasaran vaksinasi mendapatkan dosis satu dan dosis dua secara lengkap," ucap Nadia.

 

Beri Komentar