Video Bayi Selamat Tertimbun Lumpur Gempa Palu, Ini Kata BNPB

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 21 Oktober 2018 14:01
Video Bayi Selamat Tertimbun Lumpur Gempa Palu, Ini Kata BNPB
Peristiwa itu direkam relawan di Palu.

Dream - Bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah, menimbulkan duka mendalam bagi para korban. Tapi, tak jarang, kisah-kisah yang dibagikan menyimpan kabar bohong.

Salah satu yang sedang ramai dibicarakan warganet yaitu video evakuasi seorang perempuan dan bayinya.

Dalam video yang kini telah dihapus Youtube itu, tertulis kisah penyelamatan korban yang terkubur selama dua minggu dalam lumpur. Yang mengejutkan, video itu menyebutkan bayi itu selamat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho membantah kebenaran video itu.

" Tidak benar video yang mengabarkan 'Korban Palu, sudah 2 minggu terkubur lumpur masih selamat'," kata Sutopo melalui akun twitternya @Sutopo_PN, Jumat, 19 Oktober 2018.

Sutopo menyebut, video evakuasi itu terjadi malam usai peristiwa likuifaksi terjadi pada 29 September 2018.

" Video tersebut diambil relawan yang menyelamatkan ibu dan bayinya yang terseret likuifaksi di Jono Oge di Desa Langaleso pada 28/9/2018 malam setelah kejadian," tulis dia.

 

1 dari 3 halaman

Soal Jasad Bergelimpangan di Pantai

Sutopo juga membantah video gelimangan mayat di bibir pantai. Di akun Twitter-nya dia menyebut, video tersebut tidak terjadi di Palu.

Dalam video itu, tampak ratusan jasad manusia terombang ambing di pantai. Petugas berbaju oranye yang datang mengevakuasi mereka.

" Ini bukan tsunami di Palu tetapi kejadian di luar negeri. Kondisi laut, pantai, korban dan petugas menunjukkan bukan terjadi di Palu atau Indonesia. Abaikan jika Anda menerimanya," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Bayi 1 Tahun Selamat Meski Digulung Tsunami Palu 2 Kali

Balita Ini Selamat Meski Digulung Tsunami Palu 2 Kali

Dream - Kuasa Allah SWT tak pernah ada yang tahu. Di tengah bencana yang menewaskan sekitar 2.000 orang, seorang balita yang baru berusia setahun justru selamat.

Bayi kecil itu bernama Sasmita. Dia salah satu korban selamat tsunami Palu akhir September lalu. Kisahnya selamat balita ini sungguh ajaib.

Sasmita sempat tergulung tsunami, bahkan sampai dua kali. Tetapi, balita itu sama sekali tidak terluka.

Balita ini merupakan putri bungsu pasangan Yardin, 33 tahun dan Nurfianti, 30 tahun. Keduanya adalah warga Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.

Sang ibu, Nurfianti, bercerita dia dan Sasmita berjuang agar bisa selamat. Ketika tsunami terjadi, dia bersama Sasmita dan kakaknya, Khaeril, 10 tahun, ada di dalam rumah sembari menghadap ke arah Teluk Bone.

Nurfianti panik begitu terjadi gempa. Dia langsung membawa menggendong Sasmita yang sedang terbaring.

" Sementara kakaknya (Khaeril) sudah lari duluan ke jalan raya," ujar Nurfianti, dikutip dari pojoksatu.id.

3 dari 3 halaman

Keluar Rumah, Disambut Tsunami

Malangnya, gelombang tinggi menyambut Nurfianti yang baru keluar pintu. Waktu itu, posisi gelombang sudah dekat pantai.

" Rumah saya kan sangat dekat dengan pantai, jadi air tsunaminya sangat cepat menghantam rumah saya," kata dia.

Lantaran tidak cukup waktu menyelamatkan diri, Nurfianti yang sedang menggendong Sasmita tersapu tsunami. Sayangnya, dekapannya kurang kuat sehingga Sasmita terlepas.

Balita selamat dari tsunami Palu

Nurfianti bersama Sasmita di pengungsian (pojoksatu.id)

Belum sempat surut, gelombang tsunami datang lagi. Sasmita yang sudah terlepas dari dekapan ibunya turut terhempas.

" Badan saya juga terpental kena reruntuhan bangunan. Saya lihat Sasmita sudah tenggelam setelah dihantam gelombang," kata dia

Dalam kondisi tubuh kesakitan, Nurfianti berusaha menyelamatkan anaknya. Beruntung, Sasmita ditemukan selamat.

" Setelah itu saya langsung lari ke arah jalan raya," ucap Nurfianti.

Wanita itu bersyukur keluarganya selamat dari bencana. Saat ini, satu keluarga tersebut tinggal di pengungsian di Lapangan Benteng, Kelurahan Buluri.

Rumah mereka hancur akibat terjangan tsunami. Nurfianti mengaku tidak tahu lagi harus tinggal di mana.

" Mudah-mudahan saja ada perhatian dari pemerintah," tutur dia.

(Sah, Sumber: pojoksatu.id)

Beri Komentar