Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Saat Berkunjung Ke Padang, Sumatera Barat (Foto:setkab.go.id)
Dream - Pasca hempasan bencana yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah (Sulteng), Presiden Jokowi mengimbau masyarakat untuk waspada pada titik rawan bencana. Dia mengutip pesan leluhur untuk menghindari dampak bencana.
" Kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai," tulis Jokowi, di akun Instagram pribadinya, Jumat 19 Oktober 2018.
Menurut Jokowi, masyarakat perlu menaati tata ruang dan tata kota di semua wilayah Indonesia. Sebab, kata dia, Indonesia berada di wilayah cincin api dunia yang memiliki kerawanan bencana.
" Jika sebuah lokasi sudah ditandai sebagai daerah rawan bencana, maka jangan memaksakan membangun di tempat tersebut," kata dia.
Masyarakat yang sudah terlanjur tinggal di wilayah rawan bencana, kata Jokowi, harus pindah. Tetapi jika tak bisa, masyarakat perlu membangun bangunan tahan gempa. " Bukan membangun rumah semaunya," ucap dia.
Selain bangunan, Jokowi juga meminta masyarakat berlatih tanggap bencana. Sehingga, seandainya bencana terjadi, tahu harus berbuat apa.
Jokowi menyebut, negeri ini berada pada lingkaran cincin api Pasifik dengan sejarah bencana yang tidak sedikit. Dia menyontohkan berbagai peristiwa bencana terjadi, gempa dan tsunami di Aceh, gempa di Padang, Yogyakarta, Lombok, hingga yang terakhir di Palu dan Donggala.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya