Mahasiswa Baru Jalan Jongkok Naiki Tangga, Rektor Minta Maaf

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 30 Agustus 2019 19:02
Mahasiswa Baru Jalan Jongkok Naiki Tangga, Rektor Minta Maaf
Warganet turut mengutuk peristiwa ospek tersebut.

Dream - Mahasiswa baru kerap diminta menampilkan kreativitas saat orientasi lingkungan kampus. Tapi, tak jarang ada insiden yang melibatkan senior dan junior.

Baru-baru ini kasus kekerasan terhadap junior kembali terjadi. Mahasiswi senior Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Khairun, Maluku Utara, memaksa mahasiswa baru berjalan jongkok di anak tangga.

Peristiwa terjadi dalam rangkaian pengenalan lingkungan kampus yang digelar 29 hingga 30 Agustus 2019.

Selain aksi menaiki tangga, para mahasiswa senior juga memaksa mahasiswa baru untuk meminum air dan memuntahkannya kembali. Air berisi muntahan itu digilir ke teman di sampingnya.

Akibat viral di media sosial, jajaran pejabat tinggi kampus mengambil tindakan.

1 dari 4 halaman

Permohonan Maaf Rektor

Melalui akun Instagram @mahasiswaunkhair, Rektor Unkhair, Husen Alting mengatakan, peristiwa ini bermula ketika jeda istirahat sholat Ashar. 

Dia menyebut, beberapa oknum mahasiswa membawa mahasiswa baru ke ruang kelas dan terjadilah insiden tersebut.

" Kami atas nama institusi menyampaikan mohon maaf atas kejadian tersebut, sekaligus mengutuk dan menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut tidak sepatutnya terjadi dan diluar kepatutan," kata Husen.

Husen mengatakan, kegiatan orientasi siswa tidak punya regulasi dan mekanisme. Kegiatan orientasi bernama Inforient tersebut tidak bisa dilakukan bentuk kekerasan dan mendiskriminasi orang.

" (Inforient) dilakukan dapat melahirkan edukasi, inovasi, dan bisa mengembangkan minat dan bakat mahasiwa," ujar dia.

 

2 dari 4 halaman

Sanksi

Husen menyebut peristiwa itu hanya terjadi di Fakultas Perikanan dan Kelautan. Dia mengimbau, mahasiswa baru tak mengikuti permintaan aneh yang diajukan para seniornya.

" Kami tidak mentolerir kekerasan, diskrimasi, maupun tindakan-tindakan di luar kepatutan yang ada," kata dia.

Husen mengatakan, rektorat Unkhair telah memberikan memberikan sanksi peringatan, dan skorsing perkulihan sampai pada pemecatan para pelaku.

3 dari 4 halaman

Heboh Ospek 'Tuhan Membusuk' Mahasiswa UIN Sunan Ampel

Dream - Tema " Tuhan Membusuk; Rekonstruksi Fundamentalisme Menuju Islam Kosmopolitan" yang diusung panitia ospek Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya, menuai kontroversi.

Ospek yang diadakan 28-30 Agustus kemarin, ramai diperbincangkan setelah foto para mahasiswa membentangkan spanduk dengan tema itu menyebar di sosial media.

Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas (Dema F), Rahmat angkat bicara memberikan penjelasan. Kata dia, 'Tuhan Membusuk' yang dimaksud dalam tema Ospek Maba 2014, bukan Tuhan Zat Yang Esa, melainkan Tuhan-Tuhan yang tumbuh dalam diri manusia tanpa sadar menimbulkan kemusrikan (Musrik Mutasyabihat).

" Sebenarnya, masalah ini sudah selesai saat (ospek) selesai. Siang tadi, kita juga sudah menggelar evaluasi dengan dekan kampus. Tapi nggak apa-apalah, ini juga sebagai klarifikasi soal tema yang kami angkat itu," kata Rahmat dikutip Dream.co.id dari laman Merdeka.com, Selasa 2 September 2014.

Mahasiswa semester VII itu menjelaskan, kenapa mereka membuat gagasan suatu 'produk' bertema 'Tuhan Membusuk'. " Kenapa dengan tema Tuhan Membusuk? Membaca realita yang terjadi saat ini, menggunakan fenomologi yang ada, banyak orang mengatasnamakan Tuhan untuk kepentingan politik," analisa Rahmat.

 

4 dari 4 halaman

Tanggapan Rektorat

Rektor UIN Sunan Ampel, Abd A'la mengatakan tema ospek fakultas memang dibuat panitia tiap fakultas. Namun, tema tersebut seharusnya tidak boleh bertentangan dengan visi UIN Sunan Ampel. 

Abd A'la menyebut, para mahasiswa beralasan tema itu merupakan kritik terhadap kelompok yang menggunakan nama Tuhan untuk hal-hal yang bertentangan dengan agama. Namun karena ungkapan mereka salah dan telah membuat keresahan, Rektorat UIN Sunan Ampel meminta dekanat memprosesnya sesuai ketentuan dan aturan. " Kami atas nama UIN Sunan Ampel memohon maaf atas kejadian ini," ujar Abd A'la.

Beri Komentar