Vitaly Shakun, Marinir Ukraina Rela Ledakkan Diri untuk Usir Pasukan Rusia

Reporter : Okti Nur Alifia
Sabtu, 26 Februari 2022 16:07
Vitaly Shakun, Marinir Ukraina Rela Ledakkan Diri untuk Usir Pasukan Rusia
Dalam kondisi genting, Shakun mengirim SMS kepada teman-temannya dan memberi tahu mereka bahwa dialah yang akan meledakkan jembatan.

Dream - Vitaly Shakun. Dialah salah satu personel marinir Ukraina yang menjadi satu di antara korban tewas saat menghadang invasi Rusia. Pria yang juga seorang insinyur itu rela meledakkan diri untuk menghambat laju tentara Rusia.

Shakun meledakkan Jembatan Henichesk di Kherson, Ukraina, pada Kamis 24 Februari 2022. Kala itu pasukan Rusia terus merangsek maju dan batalion Shakun tak punya pilihan lain untuk menghambat musuh kecuali meledakkan jembatan.

Dalam kondisi genting itulah Shakun mengirim SMS kepada teman-temannya dan memberi tahu mereka bahwa dialah yang akan meledakkan jembatan tersebut meski tidak ada waktu baginya untuk melarikan diri.

1 dari 3 halaman

Beberapa detik setelah pesannya diterima, menurut sebuah posting di halaman Facebook Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, anggota batalion marinir mendengar ledakan.

Pengorbanan heroiknya memperlambat pergerakan Rusia sehingga memungkinkan rekan-rekannya untuk berkumpul dan menyusun setrategi lagi. Karena pengorbanan itu, Shakun akan diberi penghormatan anumerta.

Sebuah terjemahan dari posting mengatakan: " Pada hari yang sulit bagi negara kita ketika orang-orang Ukraina memukul mundur penjajah Rusia ke segala arah, salah satu tempat paling sulit di peta Ukraina adalah Tanah Genting Crimea, di mana musuh pertama bertemu dengan batalion marinir yang terpisah."

2 dari 3 halaman

" Untuk menghentikan laju formasi tank, diputuskan untuk meledakkan jembatan jalan Genichesky. Vitaliy Volodymyrovych Skakun, seorang insinyur dari batalion terpisah, secara sukarela melakukan tugas ini. Jembatan itu ditambang, tetapi dia tidak punya waktu untuk pergi.

“ Menurut saudara-saudara, Vitaliy menghubungi dan mengatakan bahwa dia meledakkan jembatan. Ledakan segera terdengar. Saudara kami meninggal."

" Perbuatan heroiknya secara signifikan memperlambat kemajuan musuh, yang memungkinkan unit untuk mengerahkan kembali dan mengatur pertahanan."

Shakun diyakini termasuk di antara sedikitnya 137 orang yang tewas pada hari pertama perang. (Dailystar.co.uk)

3 dari 3 halaman

Beri Komentar