WHO Cari Pasien Pertama Covid-19 di China, Hasilnya?

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 10 Juli 2020 15:00
WHO Cari Pasien Pertama Covid-19 di China, Hasilnya?
"Situasi ini sudah terlambat enam bulan. Mungkin ada peluang untuk menemukannya pada awal Desember."

Dream - WHO mengumumkan telah menjalankan misi di China untuk mencari pasien pertama yang terpapar virus Covid-19. Selama ini, China menolak tudingan bahwa virus pandemi berasal dari negaranya.

Namun, WHO dan pemerintah China sama-sama enggan membicarakan tentang misi tersebut.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 10 Juli 2020, pekan lalu pemerintah China membenarkan rencana kedatangan misi tersebut. Namun WHO yang dihubungi ABC tidak bersedia memberikan rincian begitu pula Kementerian Luar Negeri China.

1 dari 4 halaman

WHO telah meminta akses ke China sejak Mei lalu. Saat itu, seorang pejabat WHO menyebutkan tujuannya untuk mengetahui " apa yang terjadi di awal sehubungan dengan paparan virus dari hewan yang berbeda" .

Namun sejumlah pakar meragukan hal itu bisa dilakukan.

" Mereka tidak akan menemukan pasien pertama," ujar John Nicholls, pakar patologi di Universitas Hong Kong.

" Situasi ini sudah terlambat enam bulan. Mungkin ada peluang untuk menemukannya pada awal Desember."

Kedatangan tim peneliti WHO juga menghadirkan masalah baru bagi Pemerintah China: akan timbul lebih banyak pertanyaan mengenai asal muasal virus corona ini.

2 dari 4 halaman

Sejumlah teori telah bermunculan, namun ada tiga yang menonjol dalam beberapa bulan terakhir.

Selama berbulan-bulan pejabat Cina berusaha menyatakan jika virus corona berasal dari luar negeri.

" Para pakar China percaya tim (WHO) harus berdiskusi dengan pihak China mengenai cara kerja secara global dan adil, dengan pertimbangan kunjungan [WHO] tidak berarti virus ini berasal dari China," demikian ditulis Global Times, media yang dikendalikan Pemerintah China.

3 dari 4 halaman

Terkait Covid-19 di Ikan Salmon

Salamon

Ketika muncul wabah terbaru belum lama ini di Beijing yang diperkirakan berasal dari pasar dan pasar hewan, pihak berwenang langsung memublikasikan sampel dari talenan yang telah diuji positif.

" Pelakunya? " Salmon impor" " , kata para pejabat setempat.

Hanya dalam beberapa hari, ikan salmon yang diimpor dari luar negeri telah ditarik dari pasar dan restoran-restoran di Beijing.

Namun belakangan para pejabat setempat mengklarifikasi ada 40 sampel berbeda dari seluruh pasar yang telah diuji positif virus corona.

Artinya, para pejabat ini menganulir " teori salmon" dan memastikan penyebabnya kemungkinan besar adalah penularan dari manusia ke manusia dengan jenis strain yang diidentifikasi berasal dari Eropa. Bukan seperti tipe virus yang ditemukan di Wuhan.

" Setiap kritik terhadap China terkait dengan virus corona sangat sensitif secara politis," ujar komentator politik Wu Qiang di Beijing.Setiap kali muncul pertanyaan tentang asal-usul virus, para pejabat, mulai dari Presiden Xi Jinping ke bawahannya, selalu senada.

4 dari 4 halaman

Mereka selalu menyatakan, " China percaya asal muasal virus corona merupakan masalah ilmiah yang harus dipelajari para ilmuwan dan profesional medis."

Namun pejabat Kemenlu China sebelumnya pernah mengunggah teori konspirasi yang menyebutkan virus dibawa ke China oleh militer AS.

Media pemerintah juga langsung memberitakan berbagai teori yang menyebutkan keberadaan kasus COVID-19 sebelum menjadi wabah di Wuhan pada Desember tahun lalu, termasuk penelitian terbaru dari Spanyol.

Para peneliti mengatakan berhasil mendeteksi virus dalam tingkat rendah pada sampel air limbah di Barcelona yang diambil pada Maret tahun lalu.

Sampel lain yang dikumpulkan secara rutin tersebut tidak menunjukkan adanya virus corona sampai Januari 2020.

Seorang pakar dari Universitas Oxford menyatakan, temuan ini menunjukkan virus corona telah beredar secara internasional sejak lama dan berubah menjadi pandemi ketika kondisinya sesuai.

Beri Komentar