Advertisement
'Kok notanya masih pakai kertas burem ya..'
Bon tagihan makanan itu menjadi viral di sosial media sosial lantaran tanggihannya mencapai Rp106.214.063.
Ia mengaku sudah lelah mempromosikan Anyer tapi warganya tak sadar jika perbuatan itu bisa merugikan sektor pariwisata dan perekonomian.
Ia tidak percaya kalau bon makan itu dari rumah makan yang berada di area wisata Pantai Anyer.
"Saya sering makan di sini, tapi harganya nggak segitu. Setiap tahun pasti ada saya makan disini," kata Tatu.
Kali seorang pengguna Facebook menceritakan pengalaman pahit makan di Pantai Karang Bolong, Anyer, 1 Maret 2014 lalu.
Para pembaca Dream.co.id pun berbagi pengalaman pahit karena 'digetok' penjual. Biasanya, kondisi ini terjadi di lokasi-lokasi kota wisata.
Nah, jika sudah seperti ini usahakan tetap memeriksa daftar harga. Jika restoran tidak mencantumkannya di daftar menu, ada baiknya langsung ditanyakan ke pelayan.
Dukung UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Nasional, Polytron Luncurkan Program 'UMKM Naik Level bareng Polytron'
Ingin Rutin Ikut Turnamen Padel Jakarta Tapi Masih Main Sendiri? Prio Padel Club Bisa Jadi Jawabannya
Upgrade Gaya Hidup Digitalmu dengan eSIM XL PRIORITAS, Pilihan Premium Masa Kini
Ibadah Lancar, Komunikasi Aman: Tips Itinerary Umroh & Internet Hemat
Liburan Akhir Tahun Keliling Dunia Tanpa Ribet? Nikmati Internet Unlimited Luar Negeri dengan XL PRIORITAS
Pluang jadi yang Pertama Luncurkan ‘Short Options’ untuk Trading Saham Amerika di Indonesia