Malam itu, Heri mendapat tugas mengantar jenazah gadis penari yang sangat suka lagu Lingsir Wengi. Eh, Heri malah putar lagunya, suasana ngeri langsung terasa dalam ambulans.
Tanpa berpikir panjang, Azura makin mempercepat langkah hingga terlihat setengah berlari kecil. Kepalanya terus menunduk dengan harapan tidak melihat hal-hal aneh.
Ketika memberanikan diri melirik belakang melalui kaca spion, temannya langsung kaku hingga mandi keringat. Masalahnya, sosok yang naik di boncengannya itu bukan penumpang sembarangan,
Saat melihat-lihat rumah tersebut, hati Syafiqah sebenarnya merasa tidak enak dan aneh. Rumah dua tingkat yang luas itu dihuni sendirian oleh wanita misterius.