Cerita Seram Wanita Baru Melahirkan Diteror Suara Tanpa Wujud di Kamar Ujung RS Saat Cuci Pembalut Malam-malam

Reporter : Sugiono
Sabtu, 27 Agustus 2022 13:20
Cerita Seram Wanita Baru Melahirkan Diteror Suara Tanpa Wujud di Kamar Ujung RS Saat Cuci Pembalut Malam-malam
Pengalaman seram ketika melahirkan anak kedua masih segar dalam ingatan Mayang meskipun sudah berlalu hampir 16 tahun.

Dream - Pengalaman seram ketika melahirkan anak kedua masih segar dalam ingatan wanita ini meskipun sudah berlalu hampir 16 tahun.

Menurut wanita yang hanya mau dikenal sebagai Mayang, begitu selesai bertaruh nyawa melahirkan putri kedua, dia kemudian ditempatkan di kamar biasa.

Namun disebabkan ranjang di bagian depan telah penuh, wanita Malaysia ini ditempatkan di kamar paling ujung.

Kamar tersebut hanya beberapa langkah dari pintu exit untuk menyelamatkan diri sekiranya terjadi kebakaran dan sebagainya.

1 dari 7 halaman

Pada hari itu, Mayang melahirkan setelah Ashar. Karena itulah dia terpaksa bermalam di kamar bersalin untuk memastikan dia dan anaknya sehat sebelum diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

" Sore itu, satu demi satu penghuni di kamar yang berada di ujung terebut diizinkan pulang. Tinggallah saya berdua dengan seorang pasien yang menunggu masuk ke 'labour room'.

" Alhamdulillah anak tidak rewel, tidur nyenyak bak putri salju. Sedang saya susah pejamkan mata," kata Mayang.

Tiba-tiba pasien di ranjang sebelah Mayang menjerit karena air ketubannya telah pecah. Dengan segera dia diantar ke ruang bersalin yang terletak beberapa meter dari meja perawat.

" Saat itu juga saya baru sadar pembalut wanita saya telah penuh," cerita Mayang mengingat kembali peristiwa seram yang terjadi ketika dia bersalin di sebuah rumah sakit tua pada Agustus 2006 silam.

2 dari 7 halaman

Mayang pun ditinggalkan seorang diri. Hanya beberapa orang saja perawat bertugas malam itu, dan mereka sibuk mengatur pasien wanita yang mau bersalin barusan tadi.

Sendirian, Mayang berusaha menguatkan dirinya berjalan ke toilet untuk menukar pembalut wanita yang baru.

Kisah seram wanita usai melahirkan di rumah sakit.© mStar

Bagi Mayang, tidak menjadi masalah untuknya ke toilet sebab terletak hanya beberapa langkah dari ranjangnya.

" Perasaan seram dan takut pasti ada namun harus menukar pembalut baru, jadi sebenarnya sangat memerlukan teman ketika itu.

" Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dan waktu melawat juga sudah habis. Berharap suami datang tidak mungkin karena banyak hal yang perlu dilakukannya di rumah," kata Mayang.

3 dari 7 halaman

Begitu kaki baru melangkah masuk ke dalam toilet, bulu roma Mayang mulai meremang, seolah-olah memberi 'petanda' akan kehadiran sesuatu.

" Saya duduk di kursi khusus yang disediakan buat pasien untuk mandi," kata Mayang.

Kisah seram wanita usai melahirkan di rumah sakit.© mStar

Selesai menukar pembalutnya, tiba-tiba ada suara seorang perempuan tanpa wujud menegur Mayang.

" Sedang ganti pembalut kah itu? Jangan dicuci ya, biarkan saja di situ nanti kakak yang tolong cucikan," kata suara itu sambil ketawa.

4 dari 7 halaman

Mendengar itu, Mayang berusaha menguatkan hati sambil menyiramkan sebanyak mungkin air supaya darah di pembalut tidak terlalu kentara.

" Saya tidak berani menoleh ke kiri atau kanan, apalagi mendongak ke atas karena dapat saya rasakan suara itu benar-benar berada di atas kepala saya," cerita Mayang.

Dalam ketakutannya, Mayang menguatkan diri untuk kembali duduk di atas kursi lalu menarik tali darurat untuk meminta bantuan perawat.

Herannya, sepatah ayat al-Quran pun tidak bisa keluar dari mulut karena Mayang sudah menggigil akibat terlalu ketakutan.

5 dari 7 halaman

Mayang pun merasa lega ketika mendengar derap langkah menghampiri toilet dan pintunya dibuka oleh seorang perawat.

Mayang berusaha menguatkan diri untuk berdiri. Perawat yang baru datang tiba-tiba mengomel 'Kenapa tak panggil buat temani ke toilet. Kalau jatuh nanti saya yang kena marah'.

" Saya hanya diam. Perawat itu membawa saya kembali ke ranjang. 'Kak, pembalut saya belum dibuang. Masih ada di lantai' kata saya perlahan.

" Perawat itu bilang 'Tidak apa-apa, nanti saya yang buangkan', lalu dia masuk kembali ke toilet," ceritanya.

6 dari 7 halaman

Namun hampir 30 menit, perawat yang membantu Mayang tadi masih belum muncul. Mayang pun meminta seorang perawat lain untuk pergi memeriksa toilet.

Setelah beberapa menit berada di dalam, perawat itu keluar sendirian dan berjalan cepat meninggalkan Mayang bersama pasien yang baru masuk tadi.

Kemudian dia datang kembali dengan perawat lain yang memakai seragam biru. Perawat tersebut memintanya mendorong ranjang-ranjang pasien di kamar ujung termasuk tempat Mayang tidur, ke kamar depan.

7 dari 7 halaman

Perawat berseragam biru itu kemudian berbicara tentang seseorang yang Mayang tidak mengerti. Tapi dari nadanya, sosok itu menyeramkan.

" Saya sudah bilang, pasien yang menginap jangan taruh di kamar ujung. 'Dia' sangat suka tuh. Sudah lama 'dia' tak datang, malam ini ternyata datang," kata perawat berseragam biru.

Entah siapa yang dimaksud dengan 'dia' yang diucapkan dalam percakapan perawat berseragam biru kepada rekannya.

" Siapa pun 'dia', saya tak ingin tahu. Yang penting malam itu saya dan anak dapat tidur dengan tenang, aman dan damai karena alunan al-Quran mula berkumandang memenuhi ruangan kamar bersalin," kata Mayang mengakhiri cerita seramnya.

Sumber: mStar

Beri Komentar