Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Pixabay)
Dream - Gempa dan tsunami yang mengguncang Palu dan Donggala membuat masyarakat cemas dengan potensi bencana alam yang mungkin saja akan kembali mengguncang Indonesia.
Sebelum gempa di Sulawesi Tengah ini, Indonesia juga dihantam gempa Lombok yang membuat lebih dari 400 orang meninggal dunia.
Apabila dilihat secara geologi, baik dari lempengan dan patahan yang ada, potensi gempa memang akan selalu membayangi Nusantara. Hal itu dikarenakan posisi Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yaitu daerah 'tapal kuda' sepanjang 40.000 km yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.
Selain karena amukan alam, gempa bumi ternyata tak selamanya dipicu faktor alam. Ternyata manusia juga ikut berperan sebagai pemicu munculnya gempa.
Melansir Gizmodo.com, dalam pertemuan American Geophysical Union di San Francisco pada 2013 lalu, ahli geologi mengulas ulah manusia yang telah menyebabkan gempa bumi di beberapa negara.
Meskipun secara definitif sulit untuk menghubungkan gempa bumi dengan aktivitas manusia, tetapi para ilmuwan telah menemukan bukti kuat dari sejumlah " kontribusi" manusia terhadap gempa. Berikut 3 di antaranya.
Teknologi manusia untuk menampung air dalam bentuk waduk raksasa rupanya bisa menjadi salah satu faktor yang dapat menginduksi gempa bumi.
Keyakinan ini dipicu terjadinya gempa Bumi Sichuan pada tahun 2008 di Tiongkok.
Gempa berkekuatan 7,9 SR itu merupakan gempa bumi terparah di Negeri Tirai Bambu setelah lindu di Tangshan pada tahun 1976, yang menewaskan 242.000 orang.

Beberapa ilmuwan berteori jika gempa dipicu oleh pembangunan Bendungan Zipingpu yang terletak di dekat Sinchuan. Bendungan ini berdiri di lokasi yang jaraknya hanya sepertiga mil dari sesar.
Artinya bendungan raksasa itu dibangun di atas garis pertemuan lempeng tektonik Bumi.
Kehadiran bendungan itu juga dituding menjadi tambahan massa dari jutaan ton air diduga menjadi pemicu cepatnya kerusakan sesar.
Di tahun 2008 lalu, Texas diguncang dua gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 3 SR. Selain Texas, getaran gempa juga mengguncang daerah sekitarnya, termasuk Oklahoma.
Delapan tahun kemudian, lindu berkekuatan serupa terjadi hingga lebih dari 12 kali.
Rupanya, gempa itu bukan terjadi karena alam. Para ilmuwan mencurigai aktivitas tambang serta pembuatan dam memicu terjadinya gempa.
Selama 10 tahun tersebut, telah terjadi peningkatan ekstraksi gas alam di Negeri Paman Sam --termasuk fracking atau rekahan hidrolik, juga teknik lainnya yang menghasilkan banyak air limbah.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances, para ahli mengatakan bahwa industri minyak dan gas bertanggung jawab terhadap peningkatan aktivitas seismik.
Salah satu gedung tertinggi di dunia, menara Taipei 101 di Taiwan, yang diklaim mampu menahan angin topan dan gempa bumi justru menjadi penyebab munculnya lindu.
Menurut seorang ahli geologi Taiwan, Cheng-Horn Lin, penyebab utamanya adalah berat dari gedung setinggi 509,2 meter ini yang mencapai 770.000 ton, sehingga memberikan terlalu banyak tekanan pada batuan sedimen lunak di bawahnya.

Tekanan itu disebabkan oleh material bangunan berupa baja dan beton ekstra. Sejak pembangunan gedung yang dikenal sebagai Taipei World Financial Center tersebut dimulai, menurut Lin, wilayah di sekitarnya kerap muncul gempa kecil dan dua gempa yang guncangannya lebih besar di bawah bangunan.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya