Cara Mudah Batasi Penggunaan Gadget

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 30 Juli 2019 18:36
Cara Mudah Batasi Penggunaan Gadget
Paparan gadget sangat tinggi dialami usia 15 tahun hingga 20 tahun ke atas.

Dream - Semua orang tidak lagi mampu menghindari pemakaian gadget, terutama ponsel. Apalagi kini nyaris semua aktivitas bergantung pada teknologi.

Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana, paparan gadget sangat tinggi dialami usia 15 tahun hingga 20 tahun ke atas, di mana mereka mulai belajar mengeksplorasi diri.

 shutterstock

" Usia tersebut tergolong sebagai age possibilities, mereka bisa jadi apa aja," ujar Vera dalam acara press conference Marina Edukasi Perempuan Muda Taklukkan Tantangan di Era Digital, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juli 2019.

" Dan media sosial itu memenuhi kebutuhan mereka semua untuk berekspresi, menunjukkan kemampuan serta melihat berbagai kemungkinan," tambah dia.

Namun, pemakaian gadget memiliki dampak positif dan negatif bagi seseorang. " Positifnya, seseorang bisa bebas berkarya dan melihat konten inspiratif atau menyerap informasi serta memperluas pergaulan," tutur Vera.

Jika berlebihan, penggunaan gadget bisa mengurangi produktivitas, menyebabkan gangguan tidur, meningkatkan kecenderungan perbandingan sosial, sulit konsentrasi saat belajar, dan hasil kerja maupun nilai juga bisa menurun.

 #SemakinBersinar

Sumber foto: Dream/ Cynthia Amanda Male

Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap hal tersebut akibat bermain gadget secara berlebihan.

Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan dan kesadaran pribadi untuk bisa mengontrol waktu maupun penggunaan gadget setiap hari.

" Yang penting offline dan online harus seimbang. Membuat peta aktivitas. Pemakaian gadget enggak boleh ganggu tidur, makan tiga kali sehari dan waktu bergaul," ungkapnya.

Vera juga menyarankan untuk menghindari paparan gadget dua jam setelah bangun tidur dan satu jam sebelum tidur malam. " Dan jangan lupa fokus pada hal positif di medsos," tutupnya.

1 dari 5 halaman

Gadget Berbahaya untuk Anak, Mitos atau Fakta?

Dream - Kebutuhan untuk memakai gadget pada orang dewasa tidak bisa dihindari. Namun untuk anak-anak, gadget seakan menjadi sebuah barang terlarang.

Banyaknya informasi tentang bahaya gadget pada anak membuat orang tua berpikir untuk menjauhkan anak dari gadget, dengan cara tidak membiarkan mereka terpapar teknologi tersebut secara berlebihan. 

Gadget dinilai banyak memberikan dampak negatif untuk anak, apalagi ketika anak diberi hak kepemilikan saat usia mereka masih di bawah 12 tahun karena bisa menghambat tumbuh kembang otak, mental bahkan fisiknya. 

2 dari 5 halaman

Gadget yang Tepat

Namun semua itu dapat dihindari dengan pemilihan gadget yang tepat. Gadget khusus anak pada dasarnya harus mengedepankan fitur koumunikasi.

Seperti halnya imoo Watch Phone, gadget yang diciptakan khusus untuk anak berupa wearable device yang bisa digunakan untuk komunikasi dan keamanan anak.

 imoo Watch Phone

Foto: imoo Watch Phone

imoo Watch Phone Z5 dengan Wide Angle 5 MP Camera memungkinkan orang tua dapat berkomunikasi dengan video call berkualitas gambar jernih.

Fungsi dari pemosisian pada jam ini mencapai 6 kali lipat keamanannya. Jika orang tua ingin mengetahui keberadaan anak, hanya perlu membuka aplikasi pada smartphone yang terhubung dengan watch phone untuk melihat posisi akurat anak.

3 dari 5 halaman

Kontrol Pada Orangtua

Tidak hanya posisi, orang tua juga bisa mengetahui apakah anak dalam posisi diam atau berjalan bahkan berlari dengan sensor percepatan yang ada pada watch phone.

Orang tua tidak perlu takut anak kecanduan gadget. Terdapat fungsi class modeyang jika sedang diaktifkan, maka maka jam tangan anak hanya dapat digunakan untuk melihat waktu dan melakukan panggilan kepada orang tua selama kelas berlangsung, sehingga anak bisa fokus di sekolah.

Fitur lainnya adalah penghitung langkah dan skor pencapaian langkah terbanyak yang mendukung anak aktif dan menumbuhkan jiwa kompetitif pada anak. Bentukwearable dan waterproof device membuat anak bisa aktif bergerak ke manapun.

4 dari 5 halaman

Kenapa Youtube Populer Bagi Anak-anak?

Dream – Masih ingat dengan Youtuber Korea Selatan, Boram, yang bisa membeli rumah mewah senilai ratusan miliar rupiah?

Ya, bocah berusia 6 tahun ini bisa membeli hunian dari hasil keringatnya di Youtube. Saluran Youtube milik Boram termasuk salah satu yang terpopuler di Korea Selatan.

Pertanyaannya, mengapa saluran Youtube sangat populer di kalangan anak-anak?

Dikutip dari Wired, Senin 29 Juli 2019, para peneliti Pew Research Center, menganalisis video yang diposting oleh 43 ribu saluran di Youtube, yang memiliki 250 ribu pelanggan selama minggu pertama 2019.

Dalam seminggu pertama 2019, saluran-saluran ini mengunggah hampir seperempat juta video, dengan waktu durasi total 48 ribu jam.

Saluran video berbahasa Inggris, konten anak-anak, dan konten dengan anak berusia 13 tahun ke bawah merupakan video-video yang paling populer di Youtube.

Dari sini, ada catatan bahwa satu orang yang menonton video selama delapan jam sehari, memerlukan waktu lebih dari 16 tahun untuk menonton semua konten.

Video-video itu mencakup segalanya mulai dari politik hingga videogame. Sebagian besar tidak ditujukan untuk anak-anak. Tetapi konten yag berfitur anak-anak paling populer.

Para peneliti menemukan, hanya 2 persen dari video yang mereka analisis menampilkan seorang anak atau anak-anak yang nampak lebih muda dari 13 tahun.

Namun, konten video ini rata-rata memiliki tiga kali lebih banyak penayangan dibandingkan dengan jenis video lainnya.

“ Kami belum pernah melihat hal seperti ini yang dilakukan sebelumnya,” kata Direktur Tim Riset Data di Pew, Aaron Smith.

5 dari 5 halaman

Alasan Youtube Populer di Kalangan Anak-anak

Smith mengatakan, konten semacam ini akan cukup populer. “ Kami tahu bahwa orangtua membiarkan anak-anak mereka menonton video di Youtube,” kata dia.

Konten anak-anak populer di Youtube karena mengandung sesuatu yang ceria. Misalnya bayi superhero membuat rumah superhero. Atau bayi superhero bermain kartun.

“ Ini menarik hampir 14 juta kali penayangan,” kata Smith.

Dia melanjutkan, hanya 21 persen konten yang beredar di Youtube yang benar-benar menyasar anak-anak. Tapi video ini empat kali lebih populer daripada video “ umum”.

Ada 79 persen video lainnya dituju kepada remaja dan orang dewasa. Video ini juga sering menampilkan anak-anak.

 

Beri Komentar
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting