China Blokir Wikipedia dalam Semua Bahasa

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 16 Mei 2019 08:01
China Blokir Wikipedia dalam Semua Bahasa
Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, kata WIkimedia.

Dream - Pemerintah China memblokir Wikipedia di semua bahasa sejak April 2019. Dilaporkan BBC, pemerintah China telah menempatkan Wikipedia sejajar dengan laman lain yang tidak dapat diakses di China.

China sebelumnya melarang versi bahasa Mandarin dari situs tersebut. Tetapi, pemblokiran itu sekarang telah diperluas.

Wikimedia mengatakan, tidak ada pemberitahuan mengenai langkah tersebut.

" Pada akhir April, Wikimedia Foundation menetapkan bahwa Wikipedia tidak lagi dapat diakses di China. Setelah menganalisis dengan cermat laporan lalu lintas internal kami, kami dapat mengonfirmasi bahwa Wikipedia saat ini diblokir di semua versi bahasa (di China)" kata Wikimedia dalam sebuah pernyataan.

Wikipedia merupakan ensiklopedia gratis yang memanfaatkan pengembangan dari komunitas. Artinya, Wikipedia dapat diubah dan direvisi oleh penggunanya.

Tetapi, ensiklopedi yang diedit oleh komunitas gratis ini kerap menghadapi pemblokiran di seluruh dunia.

Pada 2017, situs itu diblokir di Turki. Saat ini, Wikipedia juga telah diblokir di Venezuela.

1 dari 3 halaman

Gerak-gerik 13 Juta Etnis Muslim Uighur Dipantau China Lewat HP?

Dream - Human Rights Watch (HRW) mengeluarkan laporan terbaru mengenai kondisi Etnis Uighur di Cina. Organisasi tersebut menyebut etnis Uighur dipantau menggunakan aplikasi yang tertanam di ponsel.

Aplikasi tersebut akan mengumpulkan informasi dan meminta pejabat terkait melaporkan orang-orang Uighur dan perilaku mereka.

Dilaporkan Al Jazeera, kepolisian China menggunakan aplikasi di ponsel itu untuk mengumpulkan data 13 juta etnis Uighur dan Muslim Turk di Provinsi Xianjiang.

Aplikasi, yang dikenal sebagai Platform Operasi Gabungan Terpadu, digunakan untuk menyimpan informasi dari ketinggian dan berat individu hingga pemindaian wajah.

Pihak berwenang Xinjiang mengamati dengan cermat 36 kategori perilaku, termasuk mereka yang tidak bersosialisasi dengan tetangga, sering menghindari menggunakan pintu depan, tidak menggunakan smartphone, menyumbang ke masjid, dan menggunakan jumlah listrik secara " abnormal" .

 

2 dari 3 halaman

Aplikasi

" Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi pola, dan memprediksi, kehidupan sehari-hari dan resistensi dari populasi, dan, pada akhirnya, untuk merekayasa dan mengendalikan realitas," kata HRW dalam laporan itu.

Aktivis hak asasi manusia, yang bekerja sama dengan perusahaan keamanan Jerman, Cure53, menyelidiki aplikasi itu, untuk memberikan " pandangan mengenai pengawasan massal bekerja di Xinjiang" .

Seiring dengan pengumpulan informasi pribadi, aplikasi ini meminta para pejabat untuk melaporkan tentang orang, kendaraan dan aktivitas yang mereka anggap mencurigakan. Jikalau ditemukan, polisi akan menindaklanjuti dan mengirimkan " misi investigasi" .

3 dari 3 halaman

Hingga Tes DNA

Petugas juga diminta untuk memeriksa apakah warga Uighur itu menggunakan salah satu dari 51 alat dan aplikasi internet yang dianggap mencurigakan. Penyelidikan termasuk penggunaan platform pengiriman pesan yang populer di luar Cina seperti WhatsApp, LINE dan Telegram.

Sejumlah orang mengatakan mereka atau anggota keluarga mereka telah ditahan karena memasang WhatsApp atau Virtual Private Network (VPN) di ponsel.

Salah satu kritik dari dunia internasional terhadap Cina yaitu kebijakannya, menahan satu juta warga etnis Uighur dan minoritas lain. Mereka ditahan di kamp-kamp interniran.

Cina mengklaim kamp adalah pusat pelatihan kejuruan. Tapi, dalam perjalanannya, mengaku dipaksa untuk menjadi tuan rumah bagi pemantau pemerintah.

HRW mengatakan, pemerintah Cina juga telah mengumpulkan " sampel DNA, sidik jari, pemindaian iris dan golongan darah dari semua penduduk antara usia 12 dan 65. Termasuk contoh suara.(Sah)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone