6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - China mengembangkan chip berbasis kecerdasan manusia. Chip bernama Brain-Computer Interface (BCI) yang dibubuhi aplikasi Brain Talker itu dikenalkan pada World Intellegence Congress, di Tianjin, China.
Menurut laman Xinhua, BCI merupakan sistem yang memungkinkan seseorang mengontrol komputer atau perangkat elektronik lainnya menggunakan gelombang otak. Sistem ini memotong instruksi yang biasanya dilakukan dengan gerakan atau instruksi lisan.
Brain Talker dirancang khusus untuk men-decode informasi gelombang otak. Alat ini dapat menggantikan perangkat komputer tradisional karena ukurannya yang lebih mudah dipindahkan, presisi dalam decoding, efisiensi tinggi dalam komputasi, dan kemampuan komunikasi yang lebih cepat.
Direktur Akademi Teknik Medis dan Kedokteran Translasional di Universitas Tianjin, Ming Dong, mengatakan, chip tersebut dapat mengidentifikasi informasi neuron minor yang dikirim oleh gelombang otak dari korteks serebral. Secara efisien, chip ini dapat men-decode informasi dan sangat mempercepat kecepatan komunikasi antara otak dan mesin.
" Brain Talker membuat teknologi BCI lebih menjanjikan untuk penggunaan sipil karena chipnya lebih portabel, dapat dipakai dan lebih sederhana," kata Ming. Brain Talker dikembangkan oleh Universitas Tianjin dan China Electronics Corporation dengan hak kekayaan intelektual sepenuhnya independen.
Seorang ilmuwan data dari China Electronics Corporation, Cheng Longlong, mengatakan, para ilmuwan akan berusaha untuk meningkatkan kinerja chip untuk penggunaan yang lebih luas di bidang perawatan medis, pendidikan, kehidupan rumah dan game di masa depan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
