Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Setelah diawasi banyak orang, Facebook dikabarkan melakukan aktivitas mencurigakan. Baru-baru ini, laman TechCrunch menyebut Facebook membuat proyek penelitian bernama `Project Atlas`.
Proyek itu mengajak remaja berusia 13 hingga 35 tahun untuk memasang aplikasi yang memberi Facebook akses tanpa batas ke ponsel iOS atau Android. Setiap remaja yang memasang aplikasi itu akan dibayar US$20, atau setara Rp280 ribu.
Para remaja yang mengikuti tes itu didapat dari forum pengujian beta, seperti Applause, BetaBound, dan uTest. Tapi, dalam Applause dan BetaBound, Facebook tak secara eksplisit menyebut ujicoba ini merupakan bagian dari proyek ilmiah.
Di halaman laman itu hanya disebutkan bagaimana cara pengguna mengikuti tes itu. Sementara itu untuk Applause, pengguna di bawah umur diminta menyantumkan izin dari orang tua.
Peneliti Guardian Mobile Firewall, Will Strafach, mengatakan, dari aplikasi yang diinstal itu Facebook dapat merekam pesan pribadi pengguna dan obrolan dari berbagai macam aplikasi, pencarian internet, email, aktivitas penjelajahan laman, dan informasi lokasi.
Proyek ini disebut unik lantaran, Facebok seolah menghindari perusahaan pengetes aplikasi untuk iOS yang dipercaya Apple, TestFlight. Facebook memanfaatkan para pengetes untuk menginstal Enterprise Developer Certificate.
Setelah itu, pengetes diminta untuk menekan tombol `Trust` pada aplikasi Facebook.
TechCrunch menyebut, aplikasi Facebook Research mengirim hasil penggalian data itu ke perusahaan yang berafiliasi dengan Onavo, aplikasi VPN yang ditarik Facebook pada Agustus 2018. Aplikasi buatan Onavo ini pernah disebut Apple telah melanggar kebijakan pengumpulan data.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya