Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pemerintah Amerika Serikat mendenda kanal berbagi video, TikTok, sebesar US$5,7 juta, setara Rp80,5 miliar. Denda itu dilayangkan atas usaha TikTok menggali informasi data personal dari anak-anak.
Komisi Dagang Federal (FTC) AS mengatakan, denda itu merupakan yang terbesar sepanjang investigasi informasi rahasia mengenai anak-anak.
Media sosial yang mengakuisisi Musical.ly tersebut memang banyak digunakan anak-anak. TikTok bahkan sempat menyaingi Facebook, Instagram, dan Snapchat.
Meski mengetahui penggunanya di bawah usia yang ditentukan, TikTok gagal mendapat persetujuan orang tua anak pemilik telepon pintar. Persyaratan ini disyaratkan Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak.
" Operator Muscial.ly, sekarang dikenal sebagai TikTok, mengetahui banyak anak menggunakan aplikasi ini, tapi TikTok masih gagal mencari izin orang tua sebelum anak-anak di bawah 13 itu mendaftarkan nama, alamat email dan informasi pribadi lainnya," kata pejabat FTC, Joe Simons, dikutip dari Hongkong FP, Senin 4 Maret 2019.
Joe mengatakan, hukuman ini menjadi pengingat bahwa layanan online dan laman yang menargetkan anak-anak tak boleh mengabaikan izin.
TikTok merupakan layanan kanal video milik ByteDance China. Mereka memperluas jaringan hingga ke AS dengan membeli Musical.ly.
Regulator perlindungan konsumen AS mengatakan sebanyak 65 juta akun telah mendaftar ke layanan ini.
" Praktik-praktik semacam ini mencerminkan perusahaan mengejar pertumbuhan penggunaan aplikasi dengan mengorbankan anak-anak," kata komisioner FTC, Rohit Chopra dan Rebecca Kelly Slaughter.
TikTok telah menghadapi kritik di seluruh dunia. Aplikasi ini kerap menampilkan konten sugestif seksual yang tak pantas untuk anak-anak.
TikTok dalam pernyataannya, akan membuat perlindungan privasi tambahan untuk anak-anak.
" Kebijakan ini adalah prioritas kami untuk menciptakan pengalaman yang aman dan ramah bagi semua pengguna, dan kami telah berkomitmen untuk melindungi komunitas pengguna kami," kata TikTok.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012