Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Source: Shutterstock.com
Dream - Headphone saat ini bukan sekadar alat untuk menikmati lagu atau film yang lebih nyaman dan privat karena tak mengganggu orang di sekitar kita. Kini semakin banyak headphone yang dibuat dengan warna-warna terang dan model lebih trendy.
Bagi Musisi dan Vokalis Barasuara, Iga Massardi, headphone sangat berpengaruh untuk ‘menerjemahkan’ apa yang ingin didengar dan direkam.
“ Ketika bikin lagu, dengar musik, mixing, mastering, headphone yang baik sangat dibutuhkan untuk mendengar dan merekam, segitu krusialnya,” ujarnya dalam webinar Launching Shure AONIC 50 Wireless Noise Cancelling Headphones, Selasa 7 Juli 2020.
Kualitas headphone juga menjadi pertimbangan pertama bagi Content Creator dan Enterpreneur, Ario Pratama. Dia menganggap kejernihan suara yang dihasilkan headphone berkualitas akan bisa menghilangkan noise dalam video atau podcastnya.
Lalu, bagaimanakah cara mereka memilih headphone yang berkualitas? Keduanya bergantung pada preferensi dan kebutuhan.
Jika dilihat dari segi desain, kamu bisa memilih jenis earphone/headphone dengan tipe in ear, on ear atau over ear.
“ Kalau pengin kecil, pakai yang in ear. Kalau pengin yang kedap, pakai yang over ear,” tutur Ario. Lalu, sesuaikan dengan kebutuhanmu.
“ Lihat untuk apa, editing, bikin konten atau karya, maupun dibawa jalan-jalan,” sambungnya. Bagi Iga sendiri, kebutuhan tersebut dibagi menjadi kasual dan profesional.
“ Untuk kasual, nilai dari musik apa yang disukai. Kalau suka EDM, pilih yang bassnya heavy. Suka akustik, folk, pop, mungkin butuh headphone yang suaranya general dan natural. Jadi, balik lahi ke personal preference. Selain itu, bisa browsing di Google, misalnya ‘headphones for EDM’ dan lain-lain,” jelas Iga.
Sedangkan untuk kebutuhan profesional, ia memerhatikan frekuensi dan kualitas suara yang dihasilkan oleh headphone serta kenyamanannya agar bisa digunakan berjam-jam.
“ Biasanya, headphone studio frekuensinya lebih flat, bass dan treblenya nggak berlebihan. Menerjemahkan musik secara jujur dan rata, jadi misahin per instrumennya lebih jelas. Tapi, nggak semuanya nyaman dengan headphone studio. Headphone kasual kan, lebih balance, ada low, lebih clear, bright,” lanjutnya.
Selanjutnya, kamu bisa memilih headphone berdasarkan durabilitas serta mereknya. Bagaimanakah reputasi dan customer service dari suatu brand.
“ Reputasi brand akan menentukan kualitas dan durabilitas headphone itu sendiri,” tutup pria yang sempat aktif dalam grup band The Trees And The Wild ini.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang