Ide Perjalanan di Seoul Selama 5 Hari

Reporter : Shania Suha Marwan
Sabtu, 30 Juli 2022 12:30
Ide Perjalanan di Seoul Selama 5 Hari
Traveling ke Seoul cuma 5 hari? Cukup kok!

Dream - Korea Selatan menjadi salah satu destinasi negara yang tak boleh dilewatkan buat masyarakat Asia. Dari Indonesia sendiri, untuk sampai ke Seoul menggunakan direct flight cukup memakan waktu 7,5 jam saja.

Seoul yang merupakan kota padat dan dinamis memiliki ragam budaya Korea sangat menarik. Banyak hal yang dapat kamu nikmati saat berada di Ibu Kota Korea Selatan ini karena kota ini berhasil memadukan budaya, gaya hidup, serta bangunan tradisional dan modern sekaligus. 

Meski memiliki segudang destinasi wisata yang dapat memanjakan mata dan pengalaman, tapi jika kamu tak begitu memiliki waktu banyak dalam mengeksplorasi Seoul, jangan khawatir.

Sebab, lima hari perjalanan santai di Seoul sudah bisa menambah pengalaman traveling di Negeri Gingseng ini. Ada beberapa destinasi wisata yang dapat kamu jelajahi tanpa harus memakan waktu dan jarak lebih jauh lagi dari Seoul.

Bahkan kamu bisa a day trip yang menyenangkan di tiap harinya dan tak harus menginap di beberapa lokasi berbeda.

 

1 dari 5 halaman

Kira-kira destinasi wisata apa saja?

Zona Demiliterisasi (DMZ)

Letaknya tepat berada di antara Seoul dan Korea Utara, kota terdekat dengan lokasi ini bernama Paju.

Ilustrasi© Shutterstock

Di Panmunjom dan Area Keamanan Gabungan (JSA), tentara dari Korea Utara dan Korea Selatan saling berhadapan melintasi garis demarkasi militer. 

Kamu dapat mencari tur untuk berkeliling dan mengunjungi empat terowongan yang menghubungi kedua negara ini di hari pertama travelingmu di Seoul. 

Suwon 

Untuk kamu yang ingin mengetahui dan melihat tempat warisan sejarah dan budaya, Suwon adalah tempatnya. Di hari kedua ini, kamu bisa intip Warisan Dunia Unesco di sini, yaitu Benteng Hwaseong. 

Ilustrasi© Shutterstock

2 dari 5 halaman

Ganghwa-do

Masih menjadi bagian dari kota Incheon, Ganghwa-do merupakan tempat indah yang memiliki nilai sejarah siap kamu datangi di hari ketiga travelingmu di Seoul.

Di kota ini, terjadi banyak peristiwa bersejarah yang penting untuk Korea, serta kuil buda tertua di Korea, Jeondeung-sa. 

Chuncheon

Ibu Kota Provinsi Gangwon, Chuencheon, dihiasi panorama sungai dan perbukitan yang populer untuk pecinta alam Korea.

Kamu bisa menjelajahi lokasi ini dengan berjalan kaki santai atau menyewa sepeda di hari keempat. 

Ilustrasi© Shutterstock

Busan

Lokasinya sebenarnya cukup jauh dari Seoul, tapi kamu dapat menggunakan kereta cepat untuk mencapai Busan hanya dalam waktu kurang dari tiga jam.

Ilustrasi© Shutterstock

Nikmati hari kelima di Seoul dengan menikmati suasana kosmopolitan serta pegunungan dan garis pantai, yang semuanya berada di Busan, membuat kota ini menarik untuk dikunjungi. 

Sumber: Lonely Planet 

 

3 dari 5 halaman

Pulau Rinca Segera Dibuka, Alternatif Selain Pulau Komodo

Dream - Terkait adanya rancangan Pemerintah Republik Indonesia (RI) soal penerapan tarif baru masuk Pulau Komodo dan Pulau padar senilai Rp3,75 juta yang berlaku untuk setahun menuai percakapan di masyarakat.

Diketahui sebelumnya, untuk masuk ke Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini para wisatawan cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp5 ribu-Rp200 ribu.

Tenun Nusa Tenggara Dikemas dalam Desain Mewah Kekinian

Foto: Pulau Rinca TN Komodo/Kemenparekraf RI© Kemenparekraf RI

Penerapan tarif baru direncanakan mulai 1 Agustus 2022 mendatang.

Tak sedikit para masyarakat terutama turis lokal merasa keberatan dengan nominal yang ditetapkan.

Melihat hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan menyiapkan ruang-ruang untuk berdiskusi dan menyerap aspirasi yang luas dengan seluruh stakeholder, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Labuan Bajo.

4 dari 5 halaman

Agar bisa diterima masyarakat

Usai mendampingi Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, pada Kamis, 21 Juli 2022 kemarin, Menparekraf Sandiaga menjelaskan bahwa dirinya siap berdialog dengan pelaku parekraf agar kebijakan tarif yang ditetapkan sebagai upaya konservasi agar bisa diterima masyarakat.

“ Saya siap berdiskusi untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pelaku parekraf di Labuan Bajo, bahwa kenaikan harga tiket ini tentunya harus kita letakan kepada isu konservasi,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Belum Genap Sehari Menjabat, Wakil Bupati Ende Dicopot

“ Berdasarkan studi, kawasan taman nasional ini, memiliki carrying capacity yang terbatas. Oleh karena itu diputuskan akan ada pembatasan kunjungan hanya 200 ribu kunjungan per tahun. Selain konservasi ada juga aspek pendidikan dan penelitian agar jumlah komodo yang saat ini tercatat sebanyak 3.300 tidak menurun tapi dipertahankan,” tambahnya menjelaskan.

5 dari 5 halaman

Pulau Rinca segera dibuka

Di sini, Sandiaga juga menjelaskan bahwa wisatawan yang ingin melihat komodo juga bisa datang ke Pulau Rinca seperti yang dikatakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

" Bahkan Pak Presiden tadi menjelaskan (komodo) bentuknya sama, ukurannya sama. Tapi kalau ingin ke Pulau Komodo atau ke Pulau Padar tentunya harus dibebani biaya kontribusi konservasi,” ujarnya.

Atlet Muaythai NTT Peraih Emas PON Banjir Bantuan Warga

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Sandiaga membeberkan kalau Pulau Rinca segera dipastikan rampung dalam waktu dekat karena ini sebuah alternatif selain Pulau Komodo dan Pulau Padar bagi wisatawan.

" Namun untuk wisatawan yang sudah booking dan membayar ke travel agent sebelum kebijakan ini ditetapkan akan diberikan tenggat waktu sampai akhir Desember. Jadi jangan khawatir kawasan Pulau Rinca akan segera diselesaikan dan dibuka untuk wisatawan,” pungkasnya.

Beri Komentar