Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Dua politisi Malaysia mengkritik seragam awak pesawat penerbangan lokal Firefly, Malindo dan AirAsia, dengan mengatakan bahwa desain pakaian mereka dapat " membangkitkan penumpang" .
Senator Abdullah Mat Yasim dan Senator Megat Zulkarnain Omardin mendesak komisi penerbangan negara tersebut untuk menyelidiki masalah itu, dan sementara menyarankan agar maskapai penerbangan mempertimbangkan untuk mendesain ulang seragamnya, The Straits Times melaporkan.
" Istri saya khawatir kapanpun saya terbang sendiri di Malindo atau AirAsia," kata Megat saat sesi parlemen. " Ini benar-benar merepotkan saya."
Islam adalah agama resmi Malaysia, dengan sekitar tiga per lima populasi teridentifikasi sebagai muslim. Senator Abdullah mengatakan bahwa " pakaian yang eye-catching" dari maskapai penerbangan tidak mencerminkan nilai-nilai Islam bangsa secara keseluruhan.
Petugas penerbangan pun telah lama sadar akan adanya kritikan atas seragam dan penampilan mereka, yang seringkali menyebabkan tuduhan seksisme dan objektivitas.
Menavigasi norma-norma budaya di negara-negara Islam menjadi tema yang berulang saat membahas tentang seragam awak pesawat. Sebelumnya, Air France juga pernah meminta pramugari mereka mengenakan penutup kepala dan pakaian longgar pada penerbangan ke Iran, setelah adanya sebuah protes.
(Sumber: travelandleisure.com)