Disneyland (Shutterstock.com)
Dream - Taman bermain Disneyland dijuluki sebagai tempat paling bahagia di muka bumi. Namun layaknya tempat umum, kejadian darurat bisa saja terjadi.
Petugas Disneyland atau yang disebut dengan staff member punya kode khusus apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Contohnya ketika ada pengunjung yang hendak mengeluarkan isi perut alias muntah. Mereka menyebutnya dengan 'Protein Spill'.
Dilansir dari Reader's Digest, salah satu kode paling buruk yang dapat kamu dengar adalah 'White Powder Alert'. Kode ini akan diucapkan ketika ada pengunjung yang membawa abu mendiang keluarga.

Biasanya, pengunjung nakal seperti itu akan menaburkan abu tersebut di Disneyland. Harapannya, orang terkasih mereka dapat beristirahat dalam damai di tempat yang membahagiakan.
Tentunya siapapun yang melakukan itu bakal dihukum dan tidak diperbolehkan masuk ke Disneyland manapun di kemudian hari.
Kode berbahaya lainnya ialah 'E-stop'. Kode itu akan terdengar ketika sebuah wahana mengalami malfungsi.

Misalnya ketika terjadi penambahan kecepatan yang tidak wajar, kode tersebut bersifat seperti tombol berhenti darurat.
Selain itu, staff member juga menyebut pengunjung yang tidak sopan dengan julukan 'Treasured Guest'. Lalu jauhi tempat berair seperti kolam ketika mereka menyebut 'Code Winnie', karena biasanya ada pengunjung nakal yang buang air kecil sembarangan.
Terlepas dari kejadian-kejadian apes, Disneyland tetap merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib kamu coba. Yup, di mana lagi kamu dapat merasakan nostalgia seperti waktu kecil? Dijamin, nggak bakal menyesal!
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda