Sensasi Menyusuri Celah Bawah Tanah Eropa

Reporter : Siwi Nur Wakhidah
Minggu, 11 Agustus 2019 13:28
Sensasi Menyusuri Celah Bawah Tanah Eropa
Eropa identik dengan bangunan-bangunan kunonya. Tak hanya di atas tanah namun juga di dalam bumi.

Dream - Ruang bawah tanah selalu menyimpan sensasi tersendiri. Entah itu gua atau konstruksi buatan manusia. Apalagi jika konstruksi itu sangat kuno dan menyimpan nilai sejarah. 

Eropa terkenal dengan sejumlah konstruksi kunonya yang bertahan hingga saat ini. Gedung-gedung yang berdiri di sana sebagian besar dibangun ratusan tahun lalu namun tetap lestari hingga saat ini. 

Bahkan, Eropa juga menyimpan sejumlah konstruksi bawah tanah yang menawan. Berkunjung ke dalamnya, kita akan merasakan sensasi seru menyusuri bagian dalam bumi. 

Fungsi konstruksi bawah tanah ini dulunya sebagai perlindungan, menyimpan harta, makam, maupun gudang pangan. Konstruksi-konstruksi tersebut biasanya sulit terdeteksi karena lokasinya memang dirahasiakan.

Di Eropa ada banyak situs bawah tanah yang menakjubkan. Kurangnya sinar matahari, membuat situs bawah tanah ini diselimuti kesan menyeramkan.

Berikut enam situs bawah tanah Eropa yang mengesankan.

1 dari 6 halaman

Pemakaman Kuno Catacombs di Roma

Di Roma, terdapat beberapa terowongan penguburan tertua dan terpanjang di dunia, Catacombs. Terowongan ini dirancang membentuk labirin yang menyeramkan di bawah jalanan kota Roma.

Pemakaman bawah tanah ini diperkirakan sudah ada sejak abad pertama Masehi. Jika dieksplorasi, Catacombs memiliki jarak hingga bermil-mil.

Apa yang terdapat dalam situs kuno ini belum dieksplorasi. Para ahli meyakini masih banyak yang bisa ditemukan dari situs ini.

Saking panjangnya, hanya beberapa bagian saja yang dibuka untuk umum, seperti Catacombs di St. Domitilla, terowongan di Catacombs Priscilla, Museum Bawah Tanah dan Osuarium pemakaman yang dihiasi kerangka mumi biarawan.

2 dari 6 halaman

Pilsner di Ceko

Tidak hanya Roma, Ceko juga memiliki serangkaian terowongan, lorong-lorong gelap, dan sumur yang berasal dari abad ke-13. Sumur bawah tanah ini dulunya berfungsi sebagai gudang bir di Pilsner.

Situs bawah tanah ini pernah menjadi ruang rahasia dan benteng pada abad pertengahan. Tidak hanya itu, ruangan ini juga digunakan untuk menyimpan pasokan makanan dan tempat berlindung tentara kerajaan Ceko kala itu.

Untuk sampai ke tempat ini, pengunjung bisa berkendara dari Praha menuju Pilsen. Perjalanan darat itu hanya memakan waktu kurang lebih satu jam.

Selain bisa menelusuri ruang bawah tanah rahasia, pengunjung juga bisa menikmati pembuatan bir di Brewery Museum.

3 dari 6 halaman

Tambang Garam Berchtesgaden di Jerman

Pertambangan di Eropa kebanyakan berada di bawah tanah. Termasuk pula dengan tambang garam Berchtesgaden yang ada di Jerman ini.

Fasilitas Tambang Garam© https://www.salzbergwerk.de/en/events/dinner-at-the-salt-mine

Berchtesgaden merupakan salah satu tambang garam paling terkenal di Eropa. Lokasi tepatnya pertambangan ini yaitu Pegunungan Alpen Bavaria, dekat perbatasan Jerman-Austria. Tambang ini sudah ada sejak 5 abad yang lalu.

Untuk bisa menikmati tempat wisata bawah tanah ini, pengunjung akan diajak turun ke kedalaman 2.133 kaki atau sekitar 650 meter. Pengelolaan wisata di tambang garam ini sudah sangat bagus, bahkan sudah memiliki situs website.

Di dalam lorong bawah tanah ini, pengunjung diajak menyusuri gua garam yang rumit, naik kereta penambangan tua, dan mengendarai slide serta menaiki perahu singkat di dalam tanah.

4 dari 6 halaman

Naours di Prancis

Prancis juga memiliki banyak tempat wisata bawah tanah. Beberapa di antaranya seperti Gua Naours, yang dulunya merupakan tambang batu kapur.

Pada abad ke-17, tempat ini mengalami masa kejayaan. Tambang ini bahkan menjelma menjadi kota bawah tanah yang dihuni 3.000 orang.

Gua ini sempat menghilang dan baru ditemukan kembali beberapa waktu sebelum Perang Dunia I.

Gua Naours© https://www.visit-somme.com/cite-souterraine-de-naours/naours/pcupic0800010624


Keunikan gua ini yaitu ada ratusan kamar dan ruangan luas yang berfungsi sebagai tempat istirahat pasukan Front Barat selama peperangan. Di gua ini, kamu dengan mudah menemukan graffiti peninggalan tentara Prancis, Inggris, Skotlandia, Irlandia, Australia, dan Amerika.

5 dari 6 halaman

Lorong-lorong di Edinburgh

Di Edinburgh, terdapat jalanan bawah tanah yang sudah ada sejak abad ke-17. Di sepanjang lorong batu ini, terdapat halam yang merupakan kamar-kamar kecil yang dulunya difungsikan untuk mengisolasi orang-orang berpenyakit.

Lorong-lorong bersejarah ini menyisakan kisah tragis kehidupan zaman dulu, yaitu soal masalah sanitasi dan warganya yang terjangkit wabah epidemi. Lorong ini juga terkenal sebagai kawasan termiskin di Edinburg kala itu.

Namun sekarang, kawasan ini kini menjadi tempat wisata unik yang terkenal dengan tur hantu malam hari. Para pengunjung diajak menyusuri lorong-lorong ini di malam hari hanya dengan menggunakan sumber cahaya terbatas.

6 dari 6 halaman

Gua Artistik di Spanyol

Tempat ini pertama kali ditemukan oleh seorang pemburu pada 1800-an. Dulunya, gua ini dipenuhi tulang binatang dan cadas yang diperkirakan ada sejak 35.000 hingga 11.000 SM.

Di dinding-dinding gua ini banyak lukisan hewan purba seperti bison, kuda, dan babi hutan. Jejak-jejak kuno ini semakin jelas terlihat bila pengunjung menelusuri gua semakin dalam.

Diperkirakan gua ini merupakan salah satu situs seni zaman Paleolitikum di Spanyol Utara. Karena nilai sejarahnya, Gua Artistik Altamira masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Saat ini, gua tersebut memiliki fasilitas yang cukup baik. Ada museum dan tempat rekreasi. Sayangnya, hanya ada lima pengunjung yang boleh masuk setiap minggunya.

Sumber: National Geographic

Beri Komentar