Penetapan HTM Baru Rp3,75 Juta di Taman Nasional Komodo, Berlaku untuk Pulau Komodo dan Padar

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 26 Juli 2022 19:10
Penetapan HTM Baru Rp3,75 Juta di Taman Nasional Komodo, Berlaku untuk Pulau Komodo dan Padar
Wisatawan akan tetap bisa menikmati aktivitas seperti melihat satwa komodo di Pulau Rinca, yang juga merupakan habitat endemik komodo.

Dream - Kabar terkait penatapan tarif baru di Taman Nasional Komodo (TNK) mengalami progres.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan rencana kenaikan harga tiket masuk ke TNK sebesar Rp3,75 juta berlaku di pulau yang ditetapkan sebagai wilayah konservasi, yakni Pulau Komodo dan Pulau Padar, sementara tarif masuk ke Pulau Rinca tetap sama.

Diketahui sebelumnya, untuk masuk ke TNK, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini para wisatawan cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp5 ribu-Rp200 ribu.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan wisatawan akan tetap bisa menikmati aktivitas seperti melihat satwa komodo di Pulau Rinca, yang juga merupakan habitat endemik komodo dan telah dilakukan penataan fasilitas, sehingga nantinya wisatawan akan lebih nyaman saat berkunjung.

" Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, bahwa di Pulau Rinca komodonya sama, mukanya sama, badannya sama, dan besarnya juga sama," katanya.

1 dari 5 halaman

Penting untuk menjaga kelestarian lingkungan

Namun, Sandiaga menjelaskan lagi kalau memang wisatawan ingin berkunjung ke Pulau Komodo atau Pulau Padar yang mukanya juga sama, tampangnya sama dan setting-nya juga sama maka akan diminta berkontribusi untuk konservasi.

Ia juga membeberkan adanya konservasi ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan populasi komodo di TNK.

Taman Nasional Komodo© Kemenparekraf RI

Tak cuma itu saja, saat Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona kemari, Sandiaga menjelaskan TNK memiliki 142 pulau, dan satwa komodo tersebar di beberapa pulau di TNK serta di pesisir Pulau Flores.

Selain TNK, ada banyak destinasi lain di Labuan Bajo yang bisa menjadi andalan untuk dikunjungi wisatawan.

" Banyak destinasi lain yang bisa dikunjungi di Labuan Bajo yang menjadi andalan pantai yang sering sekarang dijadikan tempat untuk berfoto, kawasan Waterfront Kampung Ujung, Marina Labuan Bajo, Goa Batu Cermin, Pantai Waecicu, Goa Rangko, dan beberapa destinasi lainnya," katanya.

2 dari 5 halaman

TNK jadi destinasi berkelanjutan lingkungan

Taman Nasional Komodo© Kemenparekraf RI

Berbagai destinasi yang disebutkannya itu sudah dikenal hingga ke mancanegara dan berbagai spot di Kawasan TNK yang telah populer karena keindahan alamnya, airnya yang jernih, pasirnya yang lembut, sehingga cocok menjadi tujuan wisata keluarga.


Taman Nasional Komodo© Kemenparekraf RI

" Sekarang kami ingin berpesan kepada masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada baik di Labuan Bajo maupun di seluruh wilayah nusantara untuk menjaga agar Labuan Bajo, Taman Nasional Komodo tetap menjadi destinasi berkualitas dan berkelanjutan lingkungan," kata Menparekraf.

3 dari 5 halaman

Pulau Rinca Segera Dibuka, Alternatif Selain Pulau Komodo

Dream - Terkait adanya rancangan Pemerintah Republik Indonesia (RI) soal penerapan tarif baru masuk Pulau Komodo dan Pulau padar senilai Rp3,75 juta yang berlaku untuk setahun menuai percakapan di masyarakat.

Diketahui sebelumnya, untuk masuk ke Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini para wisatawan cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp5 ribu-Rp200 ribu.

Foto: Pulau Rinca TN Komodo/Kemenparekraf RI© Kemenparekraf RI

Penerapan tarif baru direncanakan mulai 1 Agustus 2022 mendatang.

Tak sedikit para masyarakat terutama turis lokal merasa keberatan dengan nominal yang ditetapkan.

Melihat hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan menyiapkan ruang-ruang untuk berdiskusi dan menyerap aspirasi yang luas dengan seluruh stakeholder, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Labuan Bajo.

4 dari 5 halaman

Agar bisa diterima masyarakat

Usai mendampingi Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, pada Kamis, 21 Juli 2022 kemarin, Menparekraf Sandiaga menjelaskan bahwa dirinya siap berdialog dengan pelaku parekraf agar kebijakan tarif yang ditetapkan sebagai upaya konservasi agar bisa diterima masyarakat.

“ Saya siap berdiskusi untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pelaku parekraf di Labuan Bajo, bahwa kenaikan harga tiket ini tentunya harus kita letakan kepada isu konservasi,” ujar Menparekraf Sandiaga.

“ Berdasarkan studi, kawasan taman nasional ini, memiliki carrying capacity yang terbatas. Oleh karena itu diputuskan akan ada pembatasan kunjungan hanya 200 ribu kunjungan per tahun. Selain konservasi ada juga aspek pendidikan dan penelitian agar jumlah komodo yang saat ini tercatat sebanyak 3.300 tidak menurun tapi dipertahankan,” tambahnya menjelaskan.

5 dari 5 halaman

Pulau Rinca segera dibuka

Di sini, Sandiaga juga menjelaskan bahwa wisatawan yang ingin melihat komodo juga bisa datang ke Pulau Rinca seperti yang dikatakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

" Bahkan Pak Presiden tadi menjelaskan (komodo) bentuknya sama, ukurannya sama. Tapi kalau ingin ke Pulau Komodo atau ke Pulau Padar tentunya harus dibebani biaya kontribusi konservasi,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Sandiaga membeberkan kalau Pulau Rinca segera dipastikan rampung dalam waktu dekat karena ini sebuah alternatif selain Pulau Komodo dan Pulau Padar bagi wisatawan.

" Namun untuk wisatawan yang sudah booking dan membayar ke travel agent sebelum kebijakan ini ditetapkan akan diberikan tenggat waktu sampai akhir Desember. Jadi jangan khawatir kawasan Pulau Rinca akan segera diselesaikan dan dibuka untuk wisatawan,” pungkasnya.

Beri Komentar