Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rita Jitendra (The Telegraph India)
Dream - Sebagian pemirsa televisi di India geger pada awal pekan ini. Sebab, pada sebuah tayangan siaran langsung, seorang profesor kondang yang diundang pada talkshow di televisi Doordarshan, Rita Jitendra, meninggal dunia.
Menurut laman The Telegraph India, peristiwa itu terjadi pada Senin lalu. Kala itu Rita yang berusia 81 tahun diundang untuk menjadi narasumber acara pagi. Legenda televisi setempat itu berkisah tentang perjalanan hidupnya selama ini.
“ Dia memberi tahu kami beberapa hal menarik tentang kehidupannya dan tampak benar-benar normal,” kata pembawa acara, Zahid Mukhtar.
Namun di tengah perbincangan, Rita mendadak berhenti. Dia mulai cegukan. Sehingga acara itu dihentikan. “ Kami harus memotong wawancara (dan beralih ke) sebuah film dokumenter untuk merawatnya dan membawanya ke rumah sakit.”
Namun nahas. Nyawa Rita tak bisa diselamatkan. Saat tiba di rumah sakit di kawasan Srinagar, dokter menyatakan bahwa Rita telah meninggal dunia. Dia dinyatakan meninggal setelah terkena serangan jantung.
Menurut Mukhtar, sosok Rita memang sangat dekat dengan televisi. “ Kata-kata terakhirnya adalah tentang bagaimana dia mulai melakukan drama.”
Hafiza Muzaffar, pemilik rumah yang ditinggali Rita di Srinagar, mengatakan bahwa ketika diantar ke studio untuk wawancara, perempuan itu mengatakan kepada pejabat Doordarshan bahwa dia menginginkan kematiannya seperti mantan Presiden A.P.J. Abdul Kalam.
“ Dia memberitahunya bahwa Dr Kalam meninggal saat bekerja. Begitulah cara dia menemui ajalnya juga. Dia mengembuskan nafas terakhirnya di studio itu,” ujar Muzaffar.
Kalam, yang disebut oleh Rita itu, memang meninggal saat memberikan ceramah di Indian Institute of Management, Shillong. Kala itu Kalam pingsan dan meninggal karena serangan jantung pada 27 Juli 2015, saat berusia 83 tahun.
“ Setiap kali dia datang ke Srinagar dia tinggal bersama kami. Dia seperti ibuku,” kata Muzaffar.
“ Kami membawanya ke Gulmarg kemarin dan bersenang-senang. Dini hari ini, aku menyajikan tehnya sebelum pergi ke studio Doordarshan, itu adalah pertemuan terakhir kami,” lanjut Muzaffar.
Selama ini, Rita memang terlibat dalam beberapa acara. Termasuk melakukan wawancara dengan Doordarshan dan Radio Kashmir.
Rita bekerja untuk dua lembaga penyiaran di Jammu dan Kashmir. Setelah pensiun sebagai penyiar, dia menduduki sejumlah jabatan. Dia juga menjadi profesor Bahasa Sanskerta dan menulis buku, termasuk drama
“ Sepanjang hidup, dia tetap sibuk dengan pekerjaannya dan kecintaannya pada televisi dan radio sangat legendaris," kata Muzaffar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya